Jenis-jenis dan Struktur Fabel dalam Karya Sastra

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur fabel adalah suatu elemen yang membentuk cerita yang tokohnya adalah binatang. Pada cerita fabel, binatang-binatang tersebut digambarkan memiliki sifat dan karakter layaknya manusia. Umumnya, binatang-binatang tersebut dapat berbicara dan saling berkomunikasi dengan binatang yang lain hingga mampu membentuk cerita yang unik.
Seperti halnya cerita yang tokohnya manusia, fabel pun juga memiliki unsur-unsur yang tidak jauh berbeda dengan cerita rakyat pada umumnya. Karakter yang terdapat pada fabel ada yang baik dan ada juga yang buruk.
Mengutip buku LIBAS AKM untuk SMP/MTS 2021 oleh Fitri Lianingsih (2020), tokoh fabel mempunyai sifat suka menolong, baik, cerdik, licik, suka menipu, dan lain-lain. Umumnya, fabel disajikan sebagai hiburan untuk anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan juga dapat dinikmati oleh orang dewasa.
Jenis-jenis dan Struktur Fabel
Struktur fabel yaitu sebagai berikut:
Judul: kalimat yang terdapat di awal cerita dan berfungsi untuk memaparkan tema secara umum.
Orientasi: bagian yang menunjukkan pengenalan karakter, tempat, dan waktu dalam cerita.
Komplikasi: bagian yang menunjukkan konflik atau permasalahan dalam cerita.
Klimaks: bagian yang mengisahkan puncak dari suatu masalah.
Koda: bagian yang berisi tentang amanah atau pesan yang disampaikan oleh pengarang.
Ciri-ciri fabel
Berikut adalah ciri-ciri fabel yang ada dalam karya sastra:
Tokoh-tokohnya diperankan oleh binatang
Alurnya maju
Setiap tokoh memiliki karakter yang baik dan buruk
Menyuguhkan rangkaian cerita yang memiliki sebab akibat
Latar yang digunakan dalam cerita yaitu latar alam seperti hutan, gunung, sungai, dan lain-lain.
Cerita ditampilkan secara singkat
Alurnya sederhana dan mudah dipahami
Jenis-jenis Fabel
Fabel dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fabel modern dan fabel klasik. Adapun penjelasan secara lengkapnya yaitu sebagai berikut:
1. Fabel modern
Fabel modern merupakan jenis fabel yang ditulis dalam kurun waktu yang belum lama. Jenis fabel ini ditulis untuk mengekspresikan kesusastraan dengan tokoh yang lebih unik dan imajinatif.
2. Fabel klasik
Fabel klasik merupakan cerita yang telah dikenal sejak zaman dulu. Tema yang diangkan cenderung sederhana dan pendek. Selain itu, fabel klasik juga memiliki pesan moral yang dapat dijadikan sebagai pembelajaran.
Itulah jenis-jenis dan struktur fabel di dalam karya sastra. Hingga kini, fabel masih menjadi cerita yang banyak diminati oleh anak-anak sebagai hiburan maupun sebagai bahan pembelajaran di sekolah dan juga di rumah.
(DLA)
