Jenis-Jenis Fungi dan Ciri-cirinya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu tumbuhan yang ada di sekitar kita adalah fungi atau jamur. Jamur sering kita temui tumbuh di permukaan kayu atau tempat lainnya dengan suhu yang lembab. Bagi kalian yang belum mengerti mengenai apa yang dimaksud dengan fungi atau jamur, berikut adalah pengertian, jenis-jenis fungi dan ciri-cirinya yang membedakan dengan tumbuhan lainnya.
Pengertian Fungi
Dikutip dari buku Ajar Dasar Biomedik Lanjutan, Denai Wahyuni (2021: 106) pengertian fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heteretrof yang mencerna makananya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya.
Kata jamur berasal dari kata latin yakni fungi. Jamur (fungi) adalah yang sifatnya eukariotik dan tidak berklorofil. jamur (fungi) ini reproduksi dengan secara aseksual yang menghasilkan spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan dengan secara seksual dengan zigospora, askospora, dan basidiospora. Jamur (fungi) ini hidupnya ditempat-tempat yang berlembap, air laut, air tawar, di tempat yang asam dan bersimbosis dengan ganggang yang membentuk lumut (lichenes).
Klasifikasi Jamur dan Jenis-jenisnya
Berikut adalah jenis-jenis fungi atau jamur.
Zygomycota
Zygomycotina disebut juga sebagai the coenocytic true fungi. Jenis jamur yang terkenal dari kelompok ini adalah jamur hitam pada roti (black bread mold) atau Rhizopus sp. Ciri-ciri Zygomycota adalah :
Jenis jamur ini hidup sebagai saprofit
Tubuhnya yang bersel banyak, hifa nya membentuk anyaman (miselium) yang tidak bersekat.
Reproduksi aseksual nya dengan membentuk spora, sedangkan pada reproduksi seksual nya dengan konjungsi antara dua hifa yang menghasilkan zigospora
Hampir semua anggotanya hidup nya didarat.
Ascomycota
Ascomycotina disebut juga sebagai the sac fungi. Merupakan fungi yang reproduksi seksualnya dengan membuat askospora di dalam askus (ascus = sac atau kantung atau pundi-pundi). Cirinya adalah sebagai berikut :
Jamur ini memiliki struktur khusus yang disebut dengan askus (kantong)
Tubuh nya ada yang uniseluler dan ada juga yang multiseluler
Hifanya bersekat dan berinti banyak.
Kehidupannya ada yang parasit, saporfit, dan ada juga yang bersimbosis dengan ganggang yang membentuk Lichenes (lumut kerak).
Reproduksi secara vegetatif yaitu dengan membentuk tunas-tunas, pada multiseluler ini membentuk spora dari konidia. Secara generatif dengan membentuk askus yang akan menghasilkan askospora.
Basidiomycota
Basidiomycota beranggotakan sekitar 25.000 spesies. Jamur ini mudah dikenal karena umumnya memiliki tubuh buah seperti payung. Cirinya adalah :
Jenis jamur ini mempunyai miselium yang bersekat-sekat, dari miselium ini tumbuh tubuh buah (basidokrap) yang beraneka ragam bentuknya.
Dalam basidiokarp ini terdapat jalinan-jalinan benang hifa. Jika pada benang hifa yang bermuatan positif akan bertemu dengan basidium yang bermuatan negatif, maka akan terjadi plasmogami dan akan membentuk miselium dikariotik.
Ujung miselium ini menggelembung dan akan membentuk basidium untuk memproduksi empat spora bertangkai.
Jenis ini berkembang biak dengan secara seksual dengan basidiospora dan aseksual dengan konidispora.
Jenis jamur ini kebanyakan berukuran makroskopis, hidup sebagai parasit dan saprofit
Deuteromycota
Ciri dari jamur Deuteromycota adalah :
Jenis Jamur yang tak sempurna fungi (imferfecti), karena belum bisa diketahui cara reproduksi generatifnya. Pada perkembangbiakan aseksual nya dengan konidia.
Hifanya yang bersekat
Hidupnya sebagai saprofit dan parasite
Demikian pembahasan mengenai jenis dan ciri-ciri dari jamur atau fungi. (WWN)
