Jenis-Jenis Kegiatan Pemeliharaan atau Maintenance

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat perlu mengetahui jenis-jenis kegiatan pemeliharaan atau maintenance. Dikutip dari buku Manajemen Modern, Fachruddin (2016: 360), maintenance merupakan suatu kegiatan perawatan yang dilakukan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu
Fungsi maintenance bagi perusahan yaitu pada pelaksanaan proses produksi dalam perusahaan akan lebih berjalan dengan lancar. Pemeliharaan juga dapat menjaga kualitas pada tingkat yang tepat untuk memenuhi apa yang dibutuhkan oleh produk itu sendiri.
Jenis-Jenis Kegiatan Pemeliharaan atau Maintenance dalam Perusahaan
Secara umum, manfaat maintenance adalah untuk memperbaiki dan menambah usia pakai atau keproduktivitasan sebuah unit mesin. Selain itu, pemeliharaan bertujuan untuk menghindari kegiatan pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja
Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penyerapan bahan baku dapat berjalan normal pula. Berikut ini jenis-jenis kegiatan pemeliharaan atau maintenance yang perlu diketahui.
1. Planned Maintenance (Perawatan yang Terencana)
Planned maintenance adalah kegiatan perawatan yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan terlebih dahulu. Pemeliharaan perencanaan ini mengacu pada rangkaian proses produksi. Berikut jenis-jenis dari planned maintenance.
Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)
Preventive maintenance adalah pemeliharaan yang dilaksanakan dalam periode waktu yang tetap atau dengan kriteria tertentu pada berbagai tahap proses produksi. Tujuannya agar produksesuai dengan rencana.
Scheduled Maintenance (Perawatan Terjadwal)
Scheduled maintenance adalah perawatan yang bertujuan mencegah terjadinya kerusakan dan perawatannya. Perawatan ini dilakukan secara periodik dalam rentang waktu tertentu.
Rentang waktu perawatan ditentukan oleh beberapa hal. Mulai dari pengalaman, data masa lalu atau rekomendasi dari pabrik pembuat mesin yang bersangkutan.
Predictive Maintenance (Perawatan Prediktif)
Predictive maintenance adalah strategi perawatan di mana pelaksanaanya didasarkan kondisi mesin itu sendiri. Perawatan prediktif disebut juga perawatan berdasarkan kondisi atau juga disebut monitoring kondisi mesin.
Artinya sebagai penentuan kondisi mesin dengan cara memeriksa mesin secara rutin. Sehingga dapat diketahui keandalan mesin serta keselamatan kerja terjamin.
2. Unplanned Maintenance (Perawatan Tidak Terencana)
Unplanned maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan karena adanya indikasi atau petunjuk bahwa adanya tahap kegiatan proses produksi yang tiba-tiba memberikan hasil yang tidak layak. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pemeliharaan tidak berencana.
Emergency Maintenance (Perawatan Darurat)
Emergency maintenance adalah kegiatan perawatan mesin yang memerlukan penanggulangan yang bersifat darurat agar tidak menimbulkan akibat yang lebih parah.
Breakdown Maintenance (Perawatan Kerusakan).
Breakdown maintenance adalah pemeliharaan yang bersifat perbaikan yang terjadi ketika peralatan mengalami kegagalan dan menuntut perbaikan darurat atau berdasarkan prioritas.
Corrective Maintenance (Perawatan Penangkal)
Corrective maintenance adalah pemeliharaan yang dilaksanakan karena adanya hasil produk yang tidak sesuai dengan rencana, baik mutu, biaya, maupun ketepatan waktunya.
Baca juga: Tujuan Manajemen Pemeliharaan di Suatu Perusahaan
Itulah jenis-jenis kegiatan pemeliharaan atau maintenance yang perlu diketahui. Perusahaan perlu melakukan pemeliharaan atau maintenance agar produk yang dihasilkan baik, serta keselamatan tenaga kerja terjamin. (Gin)
