Konten dari Pengguna

Jenis-Jenis Logam Secara Umum dalam Bidang Engineering dan Teknik

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis-jenis logam secara umum dalam bidang engineering - Sumber: pexels.com/@rezwan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis-jenis logam secara umum dalam bidang engineering - Sumber: pexels.com/@rezwan

Jenis-jenis logam secara umum dalam bidang engineering adalah logam yang paling sering digunakan. Dalam bidang engineering dan teknik, memang ada jenis-jenis logam tertentu yang tepat untuk digunakan, ada pula yang tidak.

Dalam bidang teknik, pemilihan jenis logam yang digunakan untuk berbagai aplikasi ditetapkan berdasarkan sifat-sifat mekanik dan kimianya. Jadi, memang tidak bisa dipilih secara sembarangan.

Apa Saja Jenis-Jenis Logam secara Umum dalam Bidang Engineering?

Ilustrasi jenis-jenis logam secara umum dalam bidang engineering - Sumber: pexels.com/@watorious/

Berdasarkan buku Teknik Pengecoran Logam (Hot Tearing), Dr. Akhyar, ST., MP., M.Eng, 2019, ada beberapa jenis logam yang biasa digunakan pada bidang engineering, teknik, dan rekayasa. Jenis logam ini dapat digolongkan menjadi dua kategori.

Jenis-jenis logam secara umum dalam bidang engineering dan teknik tersebut adalah.

1. Logam Ferro

Logam ferro adalah logam yang mengandung besi (Fe) sebagai komponen utama. Besi biasanya menjadi komponen utama dengan persentase yang signifikan dalam logam ferro ini. Logam ini memiliki sifat-sifat seperti kekerasan dan ketahanan aus yang tinggi.

Beberapa contoh logam ferro, yaitu:

  • Baja, yang merupakan paduan logam dengan kandungan besi sebagai komponen utama, dengan tambahan karbon dan elemen lain seperti mangan, krom, dan nikel.

  • Besi cor yaitu logam ferro yang dicairkan dan dicetak menjadi bentuk tertentu.

  • Besi tuang adalah paduan yang mengandung besi dan karbon. Biasa digunakan dalam pembuatan alat, mesin, dan barang-barang cor seperti saluran air dan perlengkapan dapur.

2. Logam Non-Ferro

Logam non-ferro adalah logam yang tidak mengandung besi sebagai komponen utama. Logam ini mengandung besi dalam jumlah kecil, dan komponen lainnya yang mendominasi. Sifat-sifatnya tergantung pada jenisnya, termasuk kepadatan rendah, ketahanan korosi yang baik, dan konduktivitas listrik yang tinggi.

Contoh logam non-ferro, yaitu:

  • Aluminium (Al), yaitu logam ringan dengan kepadatan rendah dan memiliki banyak aplikasi, termasuk dalam industri penerbangan, otomotif, dan konstruksi.

  • Tembaga (Cu), yaitu konduktor listrik yang sangat baik dan digunakan dalam kabel listrik, komponen elektronik, dan berbagai aplikasi lainnya.

  • Seng (Zn), biasanya digunakan dalam galvanisasi untuk melindungi logam ferro dari korosi. Digunakan pula dalam pembuatan baterai dan logam campuran.

  • Timah (Sn), umumnya digunakan dalam bentuk logam paduan, khususnya timah-timah perunggu dan timah-timah putih. Berguna untuk manufaktur, industri, dan barang-barang konsumen.

Baca Juga: Mengenal 3 Kelebihan Benda yang Terbuat dari Logam

Pemilihan jenis-jenis logam secara umum dalam bidang engineering dan teknik dilakukan berdasarkan kebutuhannya. Selain itu juga sangat tergantung pada sifat-sifat yang dibutuhkan dan lingkungan kerjanya. (DNR)