Jenis-Jenis Standar Kerja dan Contohnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Standar kerja adalah pedoman yang diberikan perusahaan kepada karyawannya untuk menguraikan apa yang diharapkan perusahaan dari mereka sebagai bagian dari timnya. Ada beberapa jenis standar kerja dalam sebuah perusahaan.
Standar kerja menjadi cara bagi perusahaan dalam memberikan penjelasan kepada karyawannya mengenai tugas yang harus dilakukan. Standar kerja memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pekerjaan.
Jenis-jenis Standar Kerja
Dikutip dari buku Manajemen Administrasi Perkantoran Modern, Badri Munir Sukoco, (2007) standar kerja dalam sebuah perusahaan atau kantor merupakan alat yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kinerj masing-masing karyawan.
Selain itu, juga digunakan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi serta peningkatan kinerja karyawan. Karena dengan adanya standar kerja, maka dapat mengetahui bagian-bagian mana yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas.
Jenis standar kerja dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu standar kualitas, standar kuantitas, dan standar deskriptif. Berikut adalah penjelasan dan beragam jenis standar kerja.
1. Standar Kualitas
Standar kualitas adalah standar yang menetapkan tingkat kepuasan atau kepatuhan terhadap spesifikasi atau persyaratan yang ditetapkan. Standar kualitas biasanya berhubungan dengan hasil akhir dari pekerjaan, seperti produk, layanan, atau dokumen.
Standar kualitas dapat diukur dengan menggunakan indikator seperti tingkat kesalahan, keluhan, pengembalian, atau kepuasan pelanggan. Contoh standar kualitas adalah:
Produk yang diproduksi harus bebas dari cacat dan sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
Layanan yang diberikan harus ramah, cepat, dan profesional.
Dokumen yang dibuat harus akurat, lengkap, dan rapi.
2. Standar Kuantitas
Standar kuantitas adalah standar yang menetapkan jumlah atau volume pekerjaan yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. Standar kuantitas biasanya berhubungan dengan proses atau aktivitas pekerjaan, seperti produksi, penjualan, atau pelayanan.
Standar kuantitas dapat diukur dengan menggunakan indikator seperti jumlah unit, transaksi, pelanggan, atau jam kerja. Contoh standar kuantitas adalah:
Karyawan harus mampu memproduksi minimal 50 unit produk per hari.
Karyawan harus mampu menjual minimal 10 produk per minggu.
Karyawan harus mampu melayani minimal 20 pelanggan per jam.
3. Standar Deskriptif
Standar deskriptif adalah standar yang menetapkan cara atau metode pekerjaan yang harus dilakukan oleh karyawan. Standar deskriptif biasanya berhubungan dengan perilaku atau sikap karyawan di tempat kerja, seperti profesionalisme, kerjasama, komunikasi, pemecahan masalah, atau akuntabilitas.
Standar deskriptif dapat diukur dengan menggunakan indikator seperti observasi, wawancara, survei, atau tes. Contoh standar deskriptif adalah:
Karyawan harus berpakaian rapi dan sopan saat bekerja.
Karyawan harus bekerja sama dengan rekan-rekan dan atasan secara harmonis.
Karyawan harus berkomunikasi dengan jelas dan efektif kepada pelanggan dan pihak terkait.
Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Sistem Kerja Pneumatik
Standar kerja adalah pedoman yang diberikan perusahaan kepada karyawannya untuk menguraikan apa yang diharapkan perusahaan dari mereka sebagai bagian dari timnya. Jenis standar kerja sendiri ada tiga yaitu standar kualitas, kuantitas dan deskriptif. (WWN)
