Jenis Siklus Hidrologi dan Proses Terjadinya di Alam
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siklus hidrologi adalah gerak perputaran air yang tak pernah berhenti karena siklus ini merupakan proses daur ulang pembentukan air. Proses ini penting untuk mengatur iklim dan mendukung kehidupan di planet Bumi.
Gerakan air pada siklus hidrologi dapat berpindah dari tempat yang satu ke tempat lain dan dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Perpindahan air dapat dimulai dari laut ke atmosfer, atmosfer ke tanah, dan tanah kembali lagi ke laut.
Jenis-jenis Siklus Hidrologi
Dalam buku Ensiklopedia Seri Cuaca dan Iklim karya Delik Iskandar disebutkan bahwa terdapat tiga jenis siklus hidrologi, yaitu siklus pendek, sedang, dan panjang. Pengelompokkan ini dilihat berdasarkan sejauh mana awan hujan dihembuskan oleh angin dan berubah menjadi hujan.
1. Siklus Hidrologi Pendek
Proses pada siklus pendek berawal dari air laut yang menguap ke atmosfer, kemudian pada ketinggian tertentu mengalami kondensasi. Proses tersebut mengubah uap air menjadi awan.
Uap air yang membentuk awan bergabung berubah menjadi butiran air atau presipitasi yang jatuh ke laut. Saat itulah hujan terjadi. Penjelasan siklus hidrologi pendek, yaitu:
Air laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
Uap air akan mengalami kondensasi dan membentuk awan.
Awan yang terbentuk akan menjadi hujan di permukaan laut.
Baca Juga: Apa Itu Energi Kinetik? Ini Pengertian, Faktor, Rumus, dan Contohnya
2. Siklus Hidrologi Sedang
Siklus hidrologi sedang adalah siklus hidrologi yang umum terjadi di Indonesia. Pada siklus sedang, daur ulang air mengalami proses yang sama.
Hal yang membedakannya, air tak langsung diturunkan lewat hujan mengguyur lautan, melainkan mengguyur tanah, sungai, danau, dan rawa. Berikut penjelasan siklus hidrologi sedang.
Air laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
Uap air mengalami adveksi karena angin sehingga bergerak menuju daratan.
Di atmosfer daratan, uap air membentuk awan dan berubah menjadi hujan. Semua air ini lalu mengalir menuju lautan kembali.
3. Siklus Hidrologi Panjang
Siklus panjang umumnya terjadi di daerah beriklim subtropis atau daerah pegunungan. Dalam siklus hidrologi ini, awan tak langsung diubah menjadi air, tetapi terlebih dahulu turun sebagai salju dan membentuk gletser. Berikut penjelasan siklus hidrologi panjang.
Air laut mengalami proses evaporasi dan berubah menjadi uap air akibat adanya panas matahari.
Uap air yang terbentuk kemudian mengalami sublimasi.
Awan yang mengandung kristal es kemudian terbentuk.
Awan mengalami proses adveksi dan bergerak ke daratan.
Awan mengalami presipitasi dan turun sebagai salju. Salju terakumulasi menjadi gletser.
Gletser mencair karena pengaruh suhu udara dan membentuk aliran sungai.
Air yang berasal dari gletser mengalir di sungai untuk menuju laut kembali.
(SA)

