Jenis Simbol-simbol Peta beserta Contoh dan Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semua tahu bahwa ternyata membaca peta membutuhkan kemampuan tersendiri, hal ini dikarenakan terdapat jenis simbol-simbol peta di dalamnya yang harus dimengerti agar tidak menyebabkan kesalahan baca.
Jenis simbol-simbol peta merupakan salah satu unsur penting dalam peta. Dengan adanya simbol tersebut, maka dapat mempermudah kita untuk membaca dan memahami peta.
Simbol dalam peta harus dibuat semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya di atas permukaan bumi. Contohnya simbol gunung dalam peta dibuat segitiga, karena bentuknya yang menyerupai segitiga.
Jenis Simbol-simbol Peta Beserta Contohnya
Jenis simbol-simbol peta memiliki fungsi untuk menggantikan keadaan sebenarnya pada suatu area. Misalnya, kita tidak mungkin menggambar bentuk nyata gunung dalam sebuah peta, karena itulah sebagai gantinya dibuatlah simbol segitiga untuk menggambarkan bentuk gunung.
Menurut buku Geografi Membuka Cakrawala Dunia untuk Kelas XII, Sekolah Menengah Atas, Program Ilmu Pengetahuan Sosial, secara umum, ada empat jenis simbol-simbol peta, yakni:
1. Simbol titik
Simbol titik digunakan untuk menyatakan sebuah tempat atau area yang tergolong sempit.
Gunung yang berupa segitiga hitam (gunung yang tidak aktif) dan segitiga merah (gunung berapi aktif).
Kota kecil atau kecamatan yang berupa lingkaran titik kecil.
Kota administratif yang berupa lingkaran dengan lingkaran kecil di dalamnya.
Ibu kota negara yang berupa persegi dengan lingkaran kecil di dalamnya.
2. Simbol garis
Simbol ini digunakan untuk menyatakan sebuah area yang memanjang.
Sungai yang berupa garis meliuk-liuk dan bercabang.
Jalan raya yang berupa dua garis sejajar yang meliuk-liuk.
Batas negara yang berupa tanda plus (+) yang berjajar.
Batas provinsi yang berupa tanda plus (+) dan minus (-) yang berjajar berselang-seling.
Batas daerah yang berupa tanda garis bawah (_) dan minus (-) yang berjajar berselang-seling.
3. Simbol area atau wilayah
Jenis simbol yang satu ini biasanya digunakan untuk menyatakan sebuah tempat atau area yang luas.
Formasi batuan kapur yang berupa simbol bulat tidak sempurna berisi tatanan batu.
Danau yang berupa simbol bulat tidak sempurna dan berwarna biru.
Rawa yang berupa simbol bulat tidak sempurna berisi titik-titik.
Sawah yang berupa simbol bulat tidak sempurna berisi garis miring kecil.
4. Simbol warna
Jenis simbol-simbol peta yang terakhir adalah simbol warna. Simbol ini digunakan agar pembaca lebih memahami makna peta. Dalam peta, ada enam warna yang sering digunakan. Warna ini digunakan bukan hanya untuk menarik perhatian pembaca, tetapi juga untuk menggambarkan hal lainnya. Misalnya dari segi ketinggian dataran atau kedalaman laut, dan lain-lain.
Warna cokelat digunakan untuk menggambarkan daerah pegunungan.
Warna biru digunakan untuk menggambarkan daerah perairan, seperti selat, danau, laut, sungai, dan lain-lain.
Warna kuning digunakan untuk menggambarkan daerah dengan ketinggian 500 meter hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.
Warna hijau digunakan untuk menggambarkan dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 200 meter.
Warna hitam digunakan untuk menggambarkan batas kota dan administrasi.
Warna merah digunakan untuk menggambarkan area atau daerah yang masih aktif, seperti jalan raya, gunung, ibu kota, dan lain-lain.
Pada prinsipnya fungsi jenis simbol-simbol peta adalah untuk mengganti atau mewakili objek yang digambarkan pada peta. Simbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat, sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat.(DNR)
