Konten dari Pengguna

Kaidah Kebahasaan dan Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi, Foto: Pixabay

Teks laporan hasil observasi adalah teks yang menyuguhkan informasi tentang suatu hal berdasarkan fakta yang didapatkan dari pengamatan (observasi) langsung.

Informasi tersebut meliputi objek tentang keadaan alam, kehidupan hewan, proses pertumbuhan tanaman, dan berbagai peristiwa lainnya.

Teks laporan hasil observasi bersifat informatif, komunikatif, dan objektif, sehingga harus mampu memberikan informasi yang faktual dan mudah dipahami pembaca.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi, Foto: Pixabay

Dikutip dari buku Cermat berbahasa Indonesia, Sutarno, S.Pd., (2019:23), teks laporan hasil observasi terdiri dari struktur berikut:

  • Pernyataan Umum

Pernyataan umum berisi informasi pembuka yang menjelaskan garis besar tentang hal yang akan disampaikan.

  • Deskripsi Bagian

Deskripsi bagian berisi isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan yang lebih mendalam tentang objek yang diamati.

  • Deskripsi Manfaat

Deskripsi manfaat berisi manfaat atau fungsi dari setiap objek yang diamati.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan dan penelitian. Karena itu, teks laporan ini harus disusun menggunakan bahasa yang baku alias sesuai kaidah bahasa Indonesia yang benar dan mudah dipahami.

Berikut kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi:

  1. Menggunakan kalimat definisi dan deskripsi.

  2. Menggunakan frasa nomina yang diikuti oleh satuan dan nama material.

  3. Menggunakan kalimat sederhana maupun kompleks.

  4. Menggunakan istilah keilmuan alias teknis sesuai bidang observasi, seperti : karnivora, degeneratif, mutualisme, parasitisme, osteoporosis, pembuluh nadi, leukimia, phobia, syndrom, dan lain-lain.

  5. Menggunakan verba relasional, seperti: adalah, ialah, merupakan, yaitu, yakni, digolongkan, meliputi, terdiri atas, termasuk, disebut, dan lain-lain. Verba ini dimaksudkan untuk menyatakan definisi dari setiap istilah teknis seperti yang dijelaskan di poin kedua, agar mudah dipahami pembaca.

  6. Menggunakan verba aktif alam yang menjelaskan perilaku, seperti: hidup, bertelur, membuat, tidur, makan, dan lain sebagainya.

  7. Menggunakan kata penghubung untuk menyatakan:

  • Pertentangan: tetapi, namun, padahal, sedangkan, melainkan, dan sementara itu

  • Pilihan: atau

  • Tambahan: dan & serta

  • Perbedaan: berbeda dengan

  • Persamaan: demikian pula, sebagai, sebagaimana, seperti halnya, hal yang sama, demikian halnya, dan hal demikian

Usai memahami struktur dan kaidah kebahasaan di atas, kini kamu bisa menyusun teks laporan hasil observasi kamu sendiri.(BRP)