Konten dari Pengguna

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial dan Contohnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teks editorial. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teks editorial. Foto: Unsplash

Teks editorial adalah tulisan opini yang biasa ditemukan di surat kabar, majalah, atau portal berita daring. Teks ini berisi pendapat redaksi suatu media terkait isu yang tengah hangat dibicarakan.

Dikutip dari buku Explore Bahasa Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII karya Imam Taufik, dkk., teks editorial bertujuan untuk memberikan pandangan, mengajak, atau memengaruhi pembaca mengenai suatu isu tertentu.

Agar teks editorial dapat dipahami dengan baik oleh pembaca, terdapat kaidah kebahasaan tertentu yang harus diterapkan. Untuk mengetahui apa saja kaidah kebahasaan teks editorial, simak informasi selengkapnya berikut ini.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Ilustrasi teks editorial. Foto: Unsplash

Berdasarkan informasi yang diterangkan dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan oleh Taufiqur Rahman, kaidah kebahasaan teks editorial, di antaranya:

1. Menggunakan Kata-kata yang Bersifat Argumentatif

Teks editorial bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau argumentasi terhadap suatu isu tertentu. Oleh karena itu, penggunaan kata-kata argumentatif sangat dominan. Kata-kata yang sering digunakan antara lain:

  • seharusnya

  • sebaiknya

  • perlu diperhatikan bahwa

  • dapat disimpulkan

  • menurut pendapat saya

Penggunaan kata-kata ini menunjukkan bahwa teks editorial mengandung opini yang didukung dengan alasan atau bukti yang kuat.

2. Menggunakan Konjungsi Kausalitas dan Konjungsi Argumentatif

Konjungsi kausalitas digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam argumen yang disampaikan. Sementara itu, konjungsi argumentatif digunakan untuk memperkuat pendapat yang disampaikan.

Contoh konjungsi kausalitas:

  • karena itu

  • oleh sebab itu

  • sebab

  • akibatnya

Contoh konjungsi argumentatif:

  • bahkan

  • dengan demikian

  • selain itu

  • oleh karena itu

3. Menggunakan Kata-kata yang Bersifat Persuasif

Teks editorial bertujuan untuk memengaruhi opini pembaca. Oleh karena itu, kata-kata yang bersifat persuasif sering digunakan untuk membujuk pembaca agar setuju dengan pendapat yang disampaikan.

Contoh kata-kata persuasif:

  • marilah kita

  • hendaknya

  • diharapkan

  • sebaiknya

4. Menggunakan Kata Kerja Mental

Kata kerja mental mengacu pada aktivitas berpikir, menilai, atau merasa yang dilakukan oleh seseorang. Penggunaan kata kerja mental dalam teks editorial mengajak pembaca untuk merenungkan isu yang dibahas.

Contoh kata kerja mental:

  • menganggap

  • memahami

  • menyimpulkan

  • mempercayai

5. Menggunakan Data atau Fakta yang Mendukung Opini

Teks editorial tak hanya berisi opini semata, tetapi juga harus didukung data dan fakta yang relevan agar argumen lebih kuat dan kredibel. Fakta dapat berupa hasil penelitian, kutipan dari pakar, atau statistik dari lembaga resmi.

6. Menggunakan Kalimat Kompleks

Teks editorial sering menggunakan kalimat kompleks untuk menghubungkan beberapa ide dalam satu kalimat. Kalimat kompleks membantu dalam menyusun argumen yang logis dan sistematis.

Contoh kalimat kompleks dalam teks editorial:

"Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi inflasi, daya beli masyarakat akan terus menurun dan pada akhirnya dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan."

Baca Juga: Tuliskan Perkenalan Budaya Daerah Kalian dalam Sebuah Paragraf! Ini 2 Contohnya

Contoh Teks Editorial

Ilustrasi teks editorial. Foto: Unsplash

Agar semakin paham dengan penjelasan di atas, simak contoh teks editorial yang dikutip dari Buku Pengayaan Bahasa Indonesia SMA karangan Hari Wibowo berikut ini.

Solusi Mengatasi Kemacetan di Kota Besar

Kemacetan di kota-kota besar semakin parah dari tahun ke tahun. Pemerintah seharusnya mengambil langkah konkret untuk mengurangi kemacetan, misalnya, dengan meningkatkan transportasi umum dan menerapkan kebijakan ganjil-genap secara lebih luas.

Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Jika tidak ada upaya nyata, masalah kemacetan akan semakin sulit diatasi dan berdampak negatif pada mobilitas serta kualitas udara.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan transportasi yang lebih baik.

(NDA)