Konten dari Pengguna

Kandungan Ayat Alquran Ya Ayyuhalladzina Amanu Ijtanibu Katsiron

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kandungan ayat ya ayyuhalladzina amanu ijtanibu katsiron. Foto: unsplash.com/@malikshibly
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kandungan ayat ya ayyuhalladzina amanu ijtanibu katsiron. Foto: unsplash.com/@malikshibly

Alquran merupakan pedoman dan petunjuk manusia dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat. Sebagai manusia, sudah sepatutnya untuk mengikuti perintah yang ada dalam Alquran. Salah satunya pada ayat ya ayyuhalladzina amanu ijtanibu katsiron yang ada di Surat Al Hujurat ayat 12. Lantas apa isi kandungan dari ayat tersebut?

Kandungann Ayat Alquran Ya Ayyuhalladzina Amanu Ijtanibu Katsiron

Surat Al Hujurat merupakan surat yang ke-49 dalam susunan Alquran. Surat yang terdiri dari 18 ayat ini berisikan tentang pesan-pesan moral, adab dan aturan kehidupan dalam bermasyarakat. Selain itu, surat ini juga mengandung adab-adab berintaraksi dengna Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan intruksi kepada kaum Muslimin untuk tidak terpengaruh oleh rumor dan isu yang belum diketahui kebenarannya. Termasuk dalam ayat yang ke-12.

Lafaz ya ayyuhalladzina amanu ijtanibu katsiron merupakan penggalan awal pada Surat Al Hujurat ayat 12 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba'ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ wa lā yagtab ba'ḍukum ba'ḍā, a yuḥibbu aḥadukum ay ya`kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumụh, wattaqullāh, innallāha tawwābur raḥīm

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Ilustrasi ayat ya ayyuhalladzina amanu ijtanibu katsiron. Foto: unsplash.com/@wizdanzackyfauzan

Dikutip dari buku Tafsir Ayat-ayat Perumpamaan Masalah Aqidah dan Akhlak dalam Al-Quran karya Dr. Syukri, M.Pd. (2022:232) dalam Surat Al Hujurat ayat 12, Allah memerintahkan umat-Nya untuk menjauhi kegiatan ghibah atau menggunjing. Pasalnya dosa yang akan diterima oleh seseorang yang menghibah sangatlah besar laksana memakan daging saudara yang sudah mati.

Adapun yang dimaksud dengan ghibah sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya,

Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah menfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589)

Semoga setelah mengetahui kandungan ayat ya ayyuhalladzina amanu ijtanibu katsiron di atas, dapat menyadarkan kita akan bahaya dari ghibah. (MZM)