Konten dari Pengguna

Kapasitor Adalah Benda yang Memiliki Muatan Listrik, Apa Saja Jenisnya?

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kapasitor. Sumber: Pinterest
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapasitor. Sumber: Pinterest

Kapasitor adalah sebutan bagi benda yang memiliki muatan listrik ataupun benda yang memiliki kemampuan untuk menyimpan muatan listrik. Oleh karena itu, komponen kapasitor satu ini umumnya akan lebih sering ditemui dalam rangkaian listrik ataupun peralatan elektronik.

Dikutip lewat buku Mudah dan Aktif Belajar Fisika (2007) oleh Dudi Indradit, kapasitor adalah komponen yang berfungsi untuk menyimpan suatu energi potensial dari listrik. Disamping itu, adapula fungsi lain dari kapasitor, diantaranya:

  1. Menyimpan muatan listrik atau energi listrik

  2. Berguna untuk memilih frekuensi pemancar pada pesawat radio

  3. Berguna sebagai perata tegangan dalam power supply agar tidak terjadi loncatan listrik jika arus diputuskan

  4. Menghilangkan timbulnya percikan api pada sistem pengapian kendaraan bermotor

Kapasitor adalah Benda yang Dapat Menyimpan Muatan atau Energi Listrik

Seperti yang sudah disebutkan tadi, kapasitor adalah suatu alat yang memiliki fungsi sebagai penyimpan energi listrik dalam suatu medan listrik. Benda ini sendiri pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday, dan umumnya juga kerap disebut sebagai kondensator.

Dalam sebuah rangkaian listrik, kapasitor dapat disebut sebagai komponen pasif, pasalnya alat ini akan dapat bekerja tanpa memerlukan arus panjar. Kapasitor sendiri umumnya akan terdiri dari dua lempeng logam yang dibatasi dengan bahan isolator (tidak dapat mengalirkan listrik).

Kapasitor sendiri umumnya dibedakan menjadi dua jenis sesuai dengan kapasitasinya, yakni sebagai berikut:

  1. Kapasitor tetap, artinya kapasitasi kapasitor ini tidak dapat berubah dan paten sejak diproduksi. Kapasitor jenis ini sendiri juga dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni yang memiliki polar (arah) dan yang tidak memiliki polar. Adapun contoh kapasitor tetap polar ialah jenis kapasitor yang memiliki 2 buah kutub pada setiap kaki-kakinya. Sedangkan kapasitor tetap nonpolar misalnya saja seperi kapasitor keramik, kapasitor polyester dan sebagainya.

  2. Kapasitor tidak tetap, artinya kapasitasi kapasitor ini dapat diatur atau diubah sesuai dengan kebutuhan. Kapasitor jenis ini sendiri umumnya memiliki bentuk dan kapasitasi yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitor tetap.

Selain klasifikasi jenis kapasitor tadi, ada pula yang menyebut bahwa pada dasarnya penggolongan kapasitor hanya didasarkan kepada jenisnya yang memiliki polar ataupun tidak. Berdasarkan hal tersebut, maka jenis-jenis kapasitor dibagi menjadi dua yakni kapasitor polar dan kapasitor non-polar.

Itulah ulasan singkat mengenai kapasitor dalam rangkain listrik ataupun dalam peralatan elektronik beserta dengan fungsi dan jenis-jenisnya yang perlu kita ketahui bersama. Semoga ulasan tadi dapat bermanfaat untuk menambah wawasanmu tentang kapasitor ya! (HAI)