Konten dari Pengguna

Kata Baku Ijazah yang Benar Beserta Contoh Kalimatnya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata Baku. (Foto: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Baku. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Pemakaian bahasa di dalam masyarakat seringkali tidak seragam, misalnya penulisan kata baku ijazah yang seringkali ditulis dengan bentuk tidak baku, yaitu ijazah. Ada banyak kata di sekitar kita yang penulisannya beragam. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Penulisan yang beragam dapat disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat tentang aturan penulisan yang telah ditetapkan.

Dikutip dari buku Pintar Bahasa Indonesia Super Lengkap yang ditulis oleh Hasta Indriyana & Sri Handayaningsih (2015: 67), penulisan dan pengucapan bahasa diatur oleh sebuah lembaga bernama Badan Bahasa, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lembaga ini menyusun aturan atau kaidah standar dalam bentuk Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), tata bahasa baku, dan kamus umum.

Bahasa baku adalah ragam bahasa yang penulisan dan pengucapannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai kata bahasa dalam bahasa Indonesia.

Bahasa Baku dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi Kata Baku. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang penulisan dan pengucapannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Bahasa baku dipakai dalam situasi resmi, seperti pidato, seminar, belajar-mengajar, karya ilmiah, dan sebagainya. Sedangkan bahasa tidak baku dipakai dalam situasi yang tidak resmi. Penulisan dan pengucapan bahasa tidak baku tidak memenuhi kaidah-kaidah standar yang telah ditetapkan.

Contoh kata tidak baku yang sering digunakan adalah ijazah. Padahal apabila dilihat dari kaidah standarnya, yang benar adalah kata baku ijazah. Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan kata baku ijazah:

  1. Siti mengambil ijazah di sekolah.

  2. Hasil ujian Dea di ijazah patut diapresiasi.

  3. Aku mendapatkan ijazah setelah lulus dari SMA.

  4. Hari ini, saya mendapat ijazah SMA sebagai tanda nilai kelulusan.

Kebakuan pemakaian bahasa memiliki fungsi yang penting, yaitu sebagai tolak ukur bagi benar-tidaknya pemakaian seseorang atau sekelompok orang/lembaga (kerangka acuan), pemersatu sekelompok orang menjadi satu masyarakat bahasa (pemersatu), pembeda dengan masyarakat pemakai bahasa lainnya (pemberi kekhasan), dan sebagai bentuk kewibawaan pemakainya (pembawa kewibawaan). Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)