Kebijakan Tentara Jepang Terhadap Bangsa Indonesia di Masa Penjajahan

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat Jepang menduduki tanah nusantara, hal pertama yang dilakukan oleh Jepang yaitu membangun sistem pemerintahan. Ada beberapa kebijakan tentara Jepang terhadap bangsa Indonesia yang harus dipatuhi oleh rakyat Indonesia pada masa itu.
Mengutip buku Pendudukan Jepang di Indonesia oleh Amelia F (2020), masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai tahun 1942 dan berakhir pada tahun 1945. Berakhirnya masa penjajahan tersebut ditandai dengan terselenggaranya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Pada masa pendudukan Jepang, wilayah nusantara dibagi menjadi tiga kelompok. Pemerintahan militer Angkatan Darat berkedudukan di Bukit Tinggi, Pemerintahan militer Angkatan Darat berpusat di Jakarta, dan pemerintahan militer Angkatan Laut. Pembagian wilayah tersebut berkaitan dengan kepentingan Jepang pada sistem administrasi yang memudahkan pendudukan dan sistem administrasi.
Kebijakan Tentara Jepang Terhadap Bangsa Indonesia
Apa saja kebijakan tentara Jepang terhadap bangsa Indonesia? Simak penjelasannya di bawah ini:
Setiap partai politik di Indonesia dibubarkan oleh Jepang pada tahun 1939. Partai yang boleh beroperasi hanya organisasi berbasis agama seperti Majelis Islam a'la Indonesia (MIAI).
Rakyat diminta agar bekerja tanpa upah yang dikenal dengan istilah romusha.
Jepang membentuk Jugun Ianfu atau kelompok pemuas seks tentara Jepang.
Para pekerja seks berasal dari berbagai pelosok nusantara. Pihak yang mengkoordinasi tidak lain adalah para bupati yang berkompromi dengan Jepang.
Membentuk Tonarigumi (satuan kekuasaan terkecil).
Bahasa yang boleh digunakan adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang. Bahasa Belanda dilarang untuk digunakan dalam komunikasi.
Upacara bendera dilakukan setiap hari senin setelah matahari terbit. Pengibaran bendera Merah Putih dan lagu Indonesia Raya diperdengarkan setelah lagu kebangsaan dan bendera Jepang, Kimigayo dan Hi-No-Maru.
Nama Batavia diubah menjadi Jakarta, dan Buitenzorg diubah menjadi Bogor.
Kalender Masehi diubah menjadi kalender Jepang
Pembentukan Kempetai atau Polisi Rahasia yang bertugas mengawasi gerak gerik pejuang Indonesia.
Upacara Seikerei yaitu tubuh dibungkukkan menghadap arah matahari terbit.
Itulah kebijakan tentara Jepang terhadap bangsa Indonesia di masa penjajahan. Kebijakan tersebut jelas merugikan bangsa Indonesia, baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.(DLA)
