Konten dari Pengguna

Kenapa Imlek Selalu Hujan? Bukan Mistis, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Imlek Selalu Hujan?, Foto: Dok, WinNetNews
zoom-in-whitePerbesar
Kenapa Imlek Selalu Hujan?, Foto: Dok, WinNetNews

Pernahkah kamu berpikir kenapa Imlek selalu hujan? Ya, Imlek memang identik sekali dengan musim hujan dan munculnya angin kencang. Tapi, apakah hal ini selalu terjadi dan dikait-kaitkan dengan perayaan Imlek?

Menurut berbagai sumber, hari raya Imlek berawal dari bentuk rasa syukur masyarakat Tionghoa lantaran datangnya musim semi. Alasannya, karena pada masa itu mereka seperti dipenuhi keberkahan, mulai dari hasil panen yang melimpah hingga musim semi yang indah.

Nah, di saat seperti ini biasanya hujan juga turun seperti turut merasakan kebahagiaan orang-orang Tiongkok, sehingga terbentuklah menjadi semacam kepercayaan akan hujan yang menjadi tanda keberuntungan dan menyebar luas, hingga ke Indonesia.

Imlek dan Curah Hujan yang Tinggi

Menurut BMKG, Imlek bertepatan dengan bulan Februari yang identik dengan musim hujan. Sehingga, tidak ada hubungannya dengan cerita mistis yang beredar mengenai hujan atau angin kencang yang terjadi setiap kali perayaan Imlek.

Periode tahun baru Imlek memang selalu jatuh antara akhir Januari dan awal Februari, hal inilah yang membuat Imlek selalu identik dengan hujan karena bersamaan dengan bulan puncak musim hujan. Pada bulan itu, memang curah hujan sedang tinggi dan intensif.

Hal tersebut juga terjadi karena perhitungan hari dalam Imlek berdasarkan fase bulan mengelilingi bumi dengan bumi mengelilingi matahari. Sebab itu, hari dalam tahun Imlek tidak sama dengan kalender Masehi atau Hijriah.

Jika dibandingkan dengan Idul Fitri, berbeda karena menggunakan perhitungan kalender Hijriyah yang tiap tahun waktunnya itu selalu maju.

Meskipun demikian, perayaan Imlek yang selalu dihiasi dengan rintikan hujan tak membuat masyarakat Tionghoa merasa terhambat untuk merayakan hari raya mereka. Justru, mereka tetap merasa diberkahi.

(RDY)