Kenapa Langit Berwarna Biru? Begini Cara Sains Menjelaskannya

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa langit berwarna biru? Pertanyaan sederhana ini sering muncul di benak banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Saat menatap ke atas pada siang hari, kita disuguhi pemandangan langit yang membentang luas dengan warna biru yang khas. Namun, fenomena ini sangat umum dan terjadi setiap hari, tidak semua orang memahami alasan di baliknya.
Kenapa Langit Berwarna Biru?
Saat melihat langit cerah di siang hari, langit berwarna biru. Kenapa langit berwarna biru?
Jawabannya tidak hanya berkaitan dengan posisi matahari atau kejernihan udara, tetapi juga dengan sifat dasar cahaya dan bagaimana cahaya tersebut berinteraksi dengan atmosfer bumi.
Cahaya putih yang dipancarkan matahari sebenarnya terdiri dari berbagai warna, seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, hingga ungu, warna-warna yang biasa terlihat dalam pelangi.
Mengutip buku yang berjudul Tau Gak Sih? Mengapa Langit Biru? karya Bernhard Schulz, dkk. (2006:107), menjekaskan bahwa setiap warna dalam cahaya memiliki panjang gelombang berbeda.
Warna biru, misalnya, memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada warna merah.
Ketika cahaya matahari masuk ke atmosfer bumi, ia harus melewati lapisan udara yang terdiri atas berbagai gas, seperti oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida, serta partikel-partikel kecil seperti debu.
Di sinilah peran atmosfer sangat penting dalam memengaruhi cahaya yang tampak dari bumi.
Proses penyebaran cahaya oleh partikel di atmosfer dikenal dengan istilah hamburan Rayleigh. Hamburan ini membuat warna-warna dengan gelombang pendek, seperti biru, lebih mudah tersebar ke segala arah dibandingkan warna lain.
Akibatnya, warna biru mendominasi penglihatan saat menatap langit, meskipun sebenarnya semua warna ada dalam cahaya matahari.
Menariknya, saat matahari berada lebih rendah, seperti di pagi atau sore hari, jalur yang dilalui cahaya menjadi lebih panjang.
Warna biru telah banyak tersebar, dan warna merah atau jingga lebih dominan sampai ke mata. Itulah sebabnya langit terlihat kemerahan saat matahari terbit atau terbenam.
Jika berada di luar atmosfer bumi, seperti di luar angkasa, langit akan tampak gelap karena tidak ada partikel udara untuk menyebarkan cahaya. Matahari di sana tetap terlihat putih terang, tanpa warna biru yang mengelilinginya seperti di bumi.
Jadi, fenomena warna biru pada langit merupakan hasil dari penyebaran cahaya oleh molekul gas di atmosfer. Kombinasi sifat gelombang cahaya dan kondisi atmosfer inilah yang menciptakan tampilan biru yang tampak alami dan indah. (KIKI)
Baca juga: Perbedaan antara Rumus Kimia, Rumus Molekul, dan Rumus Empiris
