Konten dari Pengguna

Ketentuan Solat Rawatib Qobliyah dan Ba'diyah dalam Agama Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ketentuan Solat Rawatib Qobliyah dan Ba'diyah, Sumber Unsplash David Monje
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ketentuan Solat Rawatib Qobliyah dan Ba'diyah, Sumber Unsplash David Monje

Shalat adalah ibadah yang dikerjakan umat Islam setiap harinya. Selain sholat wajib, ada juga sholat sunnah seperti rawatib qobliyah dan ba’diyah. Dalam melaksanakannya, ketentuan solat rawatib qobliyah dan ba’diyah itu sendiri perlu dipahami.

Ketentuan ini memiiliki beberapa perbedaan dengan sholat wajib. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah waktu pelaksanaan dari sholat rawatib itu sendiri.

Ketentuan Solat Rawatib Qobliyah dan Ba’diyah dalam Islam

Ilustrasi Ketentuan Solat Rawatib Qobliyah dan Ba'diyah, Sumber Unsplash Utsman Media

Menurut buku Muro’atul Ibadah Fi At-Thoharah Wa Sholat, Ibnu Asrori Najib dan Siti Sulaikho, S.Pd.I., M.Pd (2021: 54), rawatib adalah shalat sunnah yang menyertai shalat fardhu baik dikerjakan sebelum shalat fardhu ataupun sesudahnya. Shalat ini dibagi menjadi dua, yaitu qobliyah dan ba’diyah.

Adapun berbagai ketentuan solat rawatib qobliyah dan ba’diyah adalah sebagai berikut.

1. Waktu

Telah disebutkan sebelumnya bahwa ibadah shalat rawatib dikerjakan sebelum maupun sesudah shalat fardhu. Shalat rawatib yang dikerjakan sebelum shalat fardhu disebut sebagai qobliyah. Sedangkan shalat rawatib yang dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut ba’diyah.

2. Hukum

Ibnu Asrori Najib dan Siti Sulaikho, S.Pd.I., M.Pd dalam buku yang sama seperti di atas (2021: 54-55) menjelaskan bahwa ada beberapa sholat rawatib qobliyah dan ba’diyah yang termasuk ke dalam hukum sunnah muakkad, yaitu dianjurkan oleh Rasulullah saw.

Masih dalam halaman yang sama dijelaskan bahwa menurut kesepakatan semua ulama, shalat sunnah rawatib yang termasuk muakkad, yaitu.

a. Rawatib Muakkad

  • 2 rakaat sebelum subuh

  • 2 rakaat sebelum dzuhur

  • 2 rakaat sesudah dzuhur

  • 2 rakaat sesudah maghrib

  • 2 rakaat sesudah isya

b. Rawatib Ghoiru Muakkad

  • 2 rakaat (yang lain) sebelum dzuhur

  • 2 rakaat (yang lain) sesudah dzhuhur

  • 4 rakaat sebelum ashar

  • 2 rakaat sebelum maghrib

  • 2 rakaat sebelum isya

3. Cara Pengerjaannya

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengerjakan shalat rawatib ini. Berikut di antaranya.

  • Tidak menyaringkan bacaan

  • Tidak didahului adzan maupun iqomah

  • Dilaksanakan dengan satu salam tiap dua rakaat

  • Dilaksanakan sendirian

  • Membaca niat menurut shalat rawatib yang dilaksanakan

  • Akan lebih baik jika lokasi shalat rawatib pindah sedikit dari shalat wajib yang menyertainya

Baca juga: Tata Cara Solat Rawatib Qobliyah dan Ba'diyah

Itulah berbagai ketentuan solat rawatib qobliyah dan ba’diyah sesuai ajaran Islam. Ulasan ini bisa langsung diterapkan di kehidupan sehari-hari. (LOV)