Konten dari Pengguna

Kisah Hidup 2 Pahlawan Nasional yang Memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa pahlawan nasional yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia?
zoom-in-whitePerbesar
Siapa pahlawan nasional yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia?

Kita semua tahu siapa pahlawan nasional yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, tapi tidak semua dari kita tahu bagaimana sebenarnya kisah hidup mereka.

Bila kita membahas siapa pahlawan nasional yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, maka yang terbayang tentu saja adalah 2 orang proklamator kemerdekaan yaitu Ir, Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Bung Karno dan Bung Hatta.

Kisah Hidup 2 Pahlawan Nasional yang Memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia

  • Ir. Soekarno

Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Soekarno menempuh pendidikan dasar hingga SMA di Tulung Agung, Mojokerto, dan Surabaya. Tapi ia mulai aktif dalam kegiatan pergerakan nasional saat bersekolah di HBS Surabaya.

Pada 1915, Soekarno pernah tinggal di rumah H.O.S Tjokroaminoto, tokoh pendiri Sarekat Islam. Di rumah H.O.S Tjokroaminoto lah, jiwa nasionalismenya tumbuh dan bergelora. Soekarno muda mulai belajar berpolitik, berpidato, dan aktif menulis di koran harian ‘Oetoesan Hindia’.

Setelah menamatkan HBS, Soekarno berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB), dan lulus dengan gelar Insinyur Teknik pada 1926. Pada 4 Juli 1927, Soekarno memutuskan untuk merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Karena partai ini didirikan dengan tujuan untuk kemerdekaan Indonesia, Belanda menangkap Soekarno pada 29 Desember 1929. PNI pun dibubarkan.

Dibebaskan pada tahun 1931, Soekarno langsung bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, Soekarno kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores pada 1933, dan dipindahkan ke Bengkulu 4 tahun kemudian.

Setelah melalui perjuangan panjang, Soekarno dengan Bung Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI 1 Juni 1945, Soekarno mengenalkan gagasan tentang Pancasila.

Kemudian pada sidang PPKI 18 Agustus 1945, Soekarno akhirnya terpilih sebagai presiden pertama RI. Soekarno menjabat sebagai presiden hingga tahun 1966.

Gejolak ekonomi, sosial, politik, dan pemberontakan G-30-S/PKI yang menimbulkan tewasnya sejumlah perwira TNI, membuat kekuasan Bung Karno redup, dan akhirnya menyerahkan jabatannya sebagai presiden Indonesia. Soekarno meninggal dunia di RSPAD, 21 Juni 1970, dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam sang ibunda.

Peran penting Bung Karno adalah sebagai sosok proklamator dan pencetus dasar negara yaitu Pancasila. Ia juga dikenal sebagai orator handal yang dapat membangkitkan semangat perjuangan rakyat. Saat peringatan Hari Pahlawan tahun 1986, Presiden Soeharto memberikan gelar Pahlawan Proklamator kepada Soekarno.

  • Drs. Mohammad Hatta

Dalam buku Kumpulan Pahlawan Indonesia (2012) karya Mirnawati, disebutkan bahwa Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Memiliki nama asli dari orangtuanya, Mohammad Athar.

Hatta menempuh pendidikan dasar di Sekolah Melayu Fort de Kock, kemudian melanjutkan ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. Semasa sekolah, Hatta dikenal sebagai seorang anak yang cerdas. Meski lulus ujian masuk ke HBS di Batavia, Hatta terpaksa mengurungkan niatnya karena permintaan ibunya untuk tetap di Padang. Hatta melanjutkan sekolah ke MULO di Padang. Setelah lulus dari MULO, beliau melanjutkan pendidikan ke Batavia di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School pada tahun 1919.

Keaktivan pada organisasi sudah ditunjukkan Hatta ketika berusia 15 tahun. Salah satu organisasi yang diikutinya adalah Jong Sumatranen Bond Cabang Padang. Salah satu tokoh politik idola Hatta adalah Abdul Muis.

Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School pada 1921, Hatta kemudian berangkat ke Rotterdam untuk belajar ilmu bisnis di Nederland Handelshogeschool, Belanda. Hatta tinggal di Belanda selama 11 tahun. Di sana, Hatta aktif bergabung dalam organisasi pergerakan dan tergabung dalam Perhimpunan Indonesia. Salah satu dampak aktivitasnya dalam organisasi menyebabkan Hatta ditangkap pemerintah Belanda. Tapi kemudian dibebaskan karena Hatta melakukan pidato pembelaannya yang terkenal, Indonesia Free.

Bung Hatta dikenal sebagai orang Indonesia yang mengoleksi buku sejak berusia 16 tahun. Bahkan selama 11 tahun tinggal di Belanda, Hatta adalah mahasiswa yang memiliki koleksi buku terbanyak di antara mahasiswa yang lainnya. Konon, ketika akan kembali ke Indonesia dari Belanda, Hatta harus mengemas 14 peti berukuran 1x1x1 meter untuk buku-bukunya. Ketika Hatta meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden RI, Hatta bahkan memiliki ruangan perpustakaan yang jauh lebih besar dibandingkan ketika menjabat.

Mohammad Hatta wafat pada 14 Maret 1980 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta dan dikebumikan di Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.

Bung Hatta diberi gelar Pahlawan Proklamator pada 23 Oktober 1986 bersama dengan Bung Karno, melalui Keppres No 81/TK/1986. Kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Hatta pada 7 November 2012. Selain politisi, ia juga dijuluki sebagai 'Bapak Koperasi'.

Demikian kisah hidup tentang siapa pahlawan nasional yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia yaitu Bung Karno dan Bung Hatta. (DNR)