Kisah Nabi Luth dan Mukjizat yang Diberikan Allah SWT

Konten dari Pengguna
31 Maret 2021 11:25
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kisah Nabi Luth dan Mukjizat yang Diberikan Allah SWT (62730)
zoom-in-whitePerbesar
Masjid. Ilustrasi Kisah Nabi Luth. Sumber: Julia Volk-Pexels.com
Nabi-nabi Allah selalu memiliki kisah yang kaya akan pelajaran untuk umat Islam, termasuk kisah Nabi Luth. Nabi Luth merupakan nabi yang masih keturunan Nabi Ibrahm.
ADVERTISEMENT
Nabi Luth adalah keponakan dari Nabi Ibrahim. Nabi Luth tinggal di sebuah wilayah yang terkenal dengan perilaku masyarakatnya yang sombong dan sering melakukan perbuatan hina. Wilayah tersebut adalah sebuah kota yang bernama Kota Sodom.
Perilaku buruk dari masyarakat Sodom adalah banyaknya pemabuk, perampok, dan kaum homoseksual. Banyak kaum laki-laki di Kota Sodom yang menyukai sesama laki-laki. Bahkan, tak satu pun yang mau menikah dengan perempuan. Wulandari (2017: 36) menuliskan dalam bukunya yang berjudul “25 Kisah Nabi dan Rasul” bahwa perbuatan keji yang dilakukan oleh masyarakat Kota Sodom tersebut belum pernah dilakukan oleh manusia sebelumnya.

Kisah Nabi Luth yang ditugaskan oleh Allah SWT

Pada masa itu, Allah SWT mengangkat Luth menjadi seorang nabi untuk memberikan dakwah kepada kaum Sodom. Namun, hati kaum Sodom sudah beku dan tidak mengindahkan ajaran Sang Nabi.
ADVERTISEMENT
Nabi Luth tetap tak putus asa untuk mengajak masyarakat Sodom mengikuti ajaran Allah SWT. Nabi selalu mengingatkan mereka tentang siksa Allah SWT yang pedih jika mereka tetap melakukan kemaksiatan. Namun, karena hati mereka sudah terlanjur beku, mereka semakin menantang untuk ditangankan azab. Kisah kaum Sodom yang menantang Nabi Luth ini tercantum dalam firman Allah Surat Asy Syu’ara’ ayat 160 – 173.

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ - ١٦٠

Kaum Lut telah mendustakan para rasul,

اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ لُوْطٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ - ١٦١

ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ - ١٦٢

Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ - ١٦٣

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ - ١٦٤

Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.

اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ - ١٦٥

Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks),

وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ - ١٦٦

dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.”

قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ - ١٦٧

Mereka menjawab, “Wahai Lut! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.”

قَالَ ِانِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَ ۗ - ١٦٨

Dia (Lut) berkata, “Aku sungguh benci kepada perbuatanmu.”

رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ - ١٦٩

(Lut berdoa), “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.”

فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۙ - ١٧٠

Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,

اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ ۚ - ١٧١

kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.

ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ - ١٧٢

Kemudian Kami binasakan yang lain.

وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ - ١٧٣

Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.

Kisah Nabi Luth dan Mukjizat yang Diberikan Allah SWT (62731)
zoom-in-whitePerbesar
Jejak Kota Sodom. Sumber: Independent.co.uk
Adapun mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Luth adalah keselamatan dari hujan batu. Melalui kisah kaum Sodom di zaman Nabi Luth ini kita bisa mengambil hikmah bahwa janganlah bermain-main dengan azab Allah SWT. Semoga Allah SWT selalu melindungi ita dari azab-Nya dan senantiasa membimbing kita untuk berada dalam jalan yang diridai-Nya. (AA)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020