Konten dari Pengguna

Kitab Zabur Diturunkan kepada Nabi Siapa? Ini Penjelasannya dalam Ajaran Islam

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kitab Zabur. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kitab Zabur. Foto: Pixabay

Dalam ajaran Islam, Kitab Zabur merupakan salah satu dari empat kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT melalui para nabi-Nya. Lantas, Kitab Zabur diturunkan kepada nabi siapa?

Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud (Daud) AS. Hal ini pun telah disebutkan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Isra ayat 55, yang artinya:

"Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah melebihkan sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud." (QS. Al-Isra: 55).

Nabi Dawud AS sendiri merupakan salah satu nabi yang diutus untuk membimbing Bani Israil dan dikenal sebagai raja yang adil serta pemimpin yang bijaksana.

Isi Kitab Zabur

Ilustrasi Kitab Zabur. Foto: Pixabay

Merujuk buku Pendidikan Agama Islam yang ditulis oleh Drs. H. Masan AF, M.Pd, Kitab Zabur berisi 150 nyanyian (mazmur) yang disenandungkan Nabi Dawud AS. Nyanyian-nyanyian ini kemudian dikelompokkan menjadi lima tipe, yaitu:

  1. Nyanyian upacara kebaktian untuk memuji Tuhan.

  2. Nyanyian perorangan sebagai ucapan rasa syukur.

  3. Ratapan-ratapan jemaah.

  4. Ratapan dan doa individu atau perorangan.

  5. Nyanyian untuk raja.

Nyanyian-nyanyian tersebut berisi pengungkapan semua pengalaman yang dialami Nabi Dawud AS di masa hidupnya, mulai dari dosa-dosanya, pengampunan dosanya, kejatuhannya, kemenangannya atas musuh Allah SWT dan kemuliaan nabi yang akan datang.

Kitab Zabur saat ini dikenal pula sebagai kitab Perjanjian Lama. Ada pendapat bahwa tidak semua mazmur dalam Perjanjian Lama adalah Zabur Nabi Dawud as.

Sebanyak 150 nyanyian kudus yang kini masuk dalam Perjanjian Lama diperkirakan yang berasal dari Nabi Daud As. Selebihnya ditulis oleh orang-orang yang datang sesudahnya.

Baca Juga: Keutamaan Shalat di Masjidil Haram yang Wajib Diketahui Umat muslim

Kitab Zabur dalam Kehidupan Umat Islam

Ilustrasi Kitab Zabur. Foto: Pixabay

Meskipun Kitab Zabur tidak digunakan sebagai pedoman utama dalam Islam, setiap Muslim tetap bisa mengambil hikmah dari isi dan ajaran yang terkandung di dalamnya, seperti:

  • Mengutamakan doa dalam kehidupan. Seperti Nabi Dawud AS yang selalu berdoa dan memuji Allah, umat Islam diajarkan untuk selalu berzikir dan bersyukur.

  • Menjalankan kehidupan dengan keadilan. Nabi Dawud AS dikenal sebagai raja yang adil, sehingga bisa menjadi teladan bagi umat Islam untuk berlaku adil dalam kehidupan sehari-hari.

  • Menjadikan ibadah sebagai bagian dari hidup. Kitab Zabur mengajarkan untuk selalu mendekatkan diri pada Allah melalui ibadah dan pujian.

(NDA)