Konten dari Pengguna

Klasifikasi Kelompok Jamur dan Ciri-cirinya di Alam Bebas

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Klasifikasi Kelompok Jamur, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Klasifikasi Kelompok Jamur, Foto: Pixabay

Apakah kamu pernah makan jamur? Nah, kelompok jamur tidak termasuk kategori tumbuhan, melainkan kategori fungi, karena jamur tidak memiliki klorofil.

Struktur tubuh jamur umumnya bersifat multiseluler (memiliki sel yang banyak), tetapi ada juga yang bersifat uniseluler, eukariotik (memiliki membran inti), dan heterotrof (tidak bisa membuat makanan sendiri), sehingga harus menumpang hidup dengan inang yang lain.

Ciri-ciri Kelompok Jamur

Dikutip dari buku Mikologi (Ilmu Jamur), Ika Rochdjatun Sastrahidayat, (2011:32), berikut ini adalah ciri-ciri dari kelompok jamur:

  1. Tidak mempunyai klorofil

  2. Umumnya hidup di tempat-tempat lembab yang agak gelap atau gelap total dan mempunyai komponen organik, seperti tempat sampah dan tumpukan kayu lapuk

  3. Dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual menggunakan spora

Klasifikasi Kelompok Jamur

Klasifikasi Kelompok Jamur, Foto: Pixabay

Kelompok jamur terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:

  • Zygomycota

Hidup di darat atau organisme lain yang telah mati, jamur ini bisa membentuk spora yang disebut zigospora.

Umumnya, zygomycota hidup sebagai saprofit yang memiliki hifa yang bersifat senositik dan bereproduksi secara seksual dengan melarutkan hifa jantan dan betina maupun aseksual di spora yang telah pecah dari sporangium.

  • Ascomycota

Jamur ascomycota memiliki hifa dengan sekat. Jamur ini dapat bereproduksi secara seksual dengan menghasilkan askospora maupun aseksual dengan menghasilkan konidia.

Beberapa jamur yang masuk ke dalam klasifikasi ini adalah piedraia hortae, ragi, penicillium, dan candida albicans.

  • Basidiomycota

Jamur besar ini dapat bereproduksi secara seksual dengan membentuk spora konidia maupun secara aseksual dengan membentuk spora di atas sel basidium.

Jamur multiseluler ini mempunyai hifa yang bersekat dengan dinding sel yang tersusun dari zat kitin.

Badannya menyerupai payung atau kuping dan beberapa di antaranya bisa dijadikan sebagai makanan, seperti auricularia polytricha alias jamur kuping dan volvariella volvacea alias jamur merang.

  • Deuteromycota

Jamur ini sering disebut sebagai jamur yang tidak sempurna, karena cara reproduksinya belum diketahui.

Deuteromycota mempunyai hifa bersekat dengan dinding sel dari bahan kitin. Jamur ini bisa bersifat uniseluler maupun multiseluler.

Tak seperti jamur lain, jamur ini jarang membentuk tubuh buah, sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop.

Kelompok jamur manakah yang pernah kamu temui?(BRP)