Konten dari Pengguna

Kriteria Inklusi dan Eksklusi beserta Contohnya dalam Metode Penelitian

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kriteria inklusi dan eksklusi. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Kriteria inklusi dan eksklusi. Sumber: unsplash.com

Dalam metode penelitian, dikenal istilah kriteria inklusi dan eksklusi. Bagi para peneliti, tentu istilah yang satu ini sudah tidak asing lagi. Namun sayangnya, masih banyak roang yang bingung dalam mengimplementasikan kedua kriteria tersebut. Hal ini karena kebanyakan orang kesulitan dalam memahami perbedaan keduanya.

Kriteria Inklusi dan Eksklusi beserta Contohnya dalam Metode Penelitian

Kriteria inklusi dan eksklusi. Sumber: unsplash.com

Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang kriteria inklusi dan eksklusi beserta contohnya dalam metode penelitian yang dikutip dari buku Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan karya Prof. Dr. A. Muri Yusuf, M.Pd. (2016).

Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi merupakan karakteristik umum subjek penelitian pada populasi target dan pada populasi terjangkau. Peneliti perlu berhati-hati agar kriteria yang dipilih bisa relevan dengan masalah penelitian. Biasanya kendala yang dialami peneliti berkaitan dengan logistik, seperti ketersediaan subjek, peralatan, keahlian, hingga biaya.

Contoh penelitian tentang tukak lambung yang harus menggunakan endoskopi untuk mendapat diagnosis pasti, tetapi alat tersebut tidak ada. Maka, diagnosis bisa dilakukan dengan manifestasi klinis dan radiologis. Sepanjang hal tersebut dapat dipahami dan disebutkan dalam usulan penelitian.

Kriteria Eksklusi

Beberapa keadaan yang biasanya menjadi kriteria eksklusi pada studi klinis antara lain sebagai berikut.

  1. Terdapat keadaan atau penyakit lain yang bisa mengganggu pengukuran atau interpretasi. Sebagai contoh, studi kasus kontrol yang mencari hubungan antara faktor risiko tertentu dengan kejadian penyakit jantung bawaan. Pasien dengan kelainan kromosom tertentu yang memiliki prevalens penyakit jantung bawaan tinggi tentu tidak boleh disetarakan dengan kelompok kasus lain.

  2. Terdapat keadaan yang mengganggu pelaksanaan, seperti pasien yang tidak memiliki tempat tinggal tetapi sehingga bisa dipastikan akan sulit ditindaklanjuti.

  3. Hambatan etis.

  4. Subjek penelitian menolak untuk berpartisipasi.

Adapun berbagai kesalahan elementer yang cukup sering dilakukan adalah dengan menyebutkan dalam kriteria eksklusi terkait hal-hal yang memang tidak termasuk dalam kriteria tersebut.

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang kriteria inklusi dan juga eksklusi yang digunakan dalam metode penelitian. Semoga informasi tersebut bermanfaat untuk Anda. (Anne)