Kumpulan Puisi Jose Rizal Manua yang Populer dan Inspiratif

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jose Rizal Manua adalah seorang seniman Indonesia yang kerap disapa dengan nama panggilannya yaitu Jose. Jose Rizal Manua aktif di dalam dunia teater dan telah banyak mendapatkan penghargaan, selain itu Jose Rizal Manua adalah seorang pembaca puisi yang menarik, lebih-lebih puisi yang memiliki genre humor.
Dikutip dari beberapa sumber, Jose Rizal Manua lahir di Padang, 14 September 1954. Namun sejak remaja tinggal di Ibukota Jakarta dan pada tahun 1972 masuk Taman Ismail Marzuki yaitu tempat di mana para seniman saling bertemu dan berkreasi.
Jose Rizal Manua juga memiliki kelompok teater anak-anak yang dinamakan Teater Tanah Air. Bersama kelompok teater ini dia sempat keliling dunia untuk melakukan pertunjukan di luar negeri seperti di Jepang, Jerman, Rusia, bahkan di markas besar PBB dalam peringatan The United Nations Universal Children’s Daya.
Kumpulan Puisi Jose Rizal Manua
Kali ini kita akan membahas kumpulan puisi Jose Rizal Manua yang dikutip dari buku Simfoni Langit Biru, Endang Ase Rustandi (2018).
Sembako Atawa Sembarang Komentar
Menteri yang kerjanya cuma meralat
namanya menteri nekat.
Bahkan sampai harga pun diakrobat.
Di obrak-abrik
hukum di obrak-abrik
Di oprak-oprak
hakim di oprak-oprak :
Yang di serbu diadili dan masuk bui.
Yang menyerbu dilindungi dan dapat upeti.
Kerani yang kerjanya suka nyatut namanya kerani diamput.
Bahkan sampai karbon pun disetut.
Di bolak-balik
karma di bolak-balik
Di oglek-oglek
kursi di oglek-oglek :
Yang menyeru reformasi ditembaki.
Yang mengaku korupsi di suruh sembunyi.
O, alah plekencong, plekencong ekonomi doyong!
Politisi yang kerjanya mengantuk dalam sidang namanya politisi begadang.
Bahkan teriak setuju pun diundang.
O, alah plekencong, plekencong stabilitas bohong!
Konglomerat yang kekayaannya dibawa minggat namanya konglomerat bejat.
Bahkan berak pun di pesawat.
Di obrak-abrik
hukum di obrak-abrik
Di oprak-oprak
hakim di oprak-oprak
Di bolak-balik
karma di bolak-balik
Di oglek-oglek
kursi di oglek-oglek
Ini sembako baru
ini baru sembako namanya.
Manusia Kepengin Kalau Bisa
Setelah lepas dari sekedar jadi pedagang
dan punya rumah toko
manusia kepingin
telivisi, kulkas dan honda bebek
setelah lepas dari sekedar jadi pengusaha
dan punya super market
manusia kepingin
laser disk, baby benz dan kebun anggrek
setelah lepas dari sekedar konglomerat
dan punya kondominium
manusia kepingin kapal pesiar,
hotel terapung dan lapangan golf
setelah lepas dari sekedar jadi pedagang
setelah lepas dari sekedar jadi pengusaha
setelah lepas dari sekedar jadi konglomerat
manusia kepingin
tak mati-mati
kalau bisa…
Itulah kumpulan dan contoh puisi dari Jose Rizal Manua. (WWN)
