Konten dari Pengguna

Kumpulan Puisi Jose Rizal Manua yang Populer dan Inspiratif

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kumpulan puisi Jose Rixal Manua, sumber foto: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kumpulan puisi Jose Rixal Manua, sumber foto: https://www.pexels.com/

Jose Rizal Manua adalah seorang seniman Indonesia yang kerap disapa dengan nama panggilannya yaitu Jose. Jose Rizal Manua aktif di dalam dunia teater dan telah banyak mendapatkan penghargaan, selain itu Jose Rizal Manua adalah seorang pembaca puisi yang menarik, lebih-lebih puisi yang memiliki genre humor.

Dikutip dari beberapa sumber, Jose Rizal Manua lahir di Padang, 14 September 1954. Namun sejak remaja tinggal di Ibukota Jakarta dan pada tahun 1972 masuk Taman Ismail Marzuki yaitu tempat di mana para seniman saling bertemu dan berkreasi.

Jose Rizal Manua juga memiliki kelompok teater anak-anak yang dinamakan Teater Tanah Air. Bersama kelompok teater ini dia sempat keliling dunia untuk melakukan pertunjukan di luar negeri seperti di Jepang, Jerman, Rusia, bahkan di markas besar PBB dalam peringatan The United Nations Universal Children’s Daya.

Kumpulan Puisi Jose Rizal Manua

Ilustrasi kumpulan puisi Jose Rixal Manua, sumber foto: https://www.pexels.com/

Kali ini kita akan membahas kumpulan puisi Jose Rizal Manua yang dikutip dari buku Simfoni Langit Biru, Endang Ase Rustandi (2018).

Sembako Atawa Sembarang Komentar

Menteri yang kerjanya cuma meralat

namanya menteri nekat.

Bahkan sampai harga pun diakrobat.

Di obrak-abrik

hukum di obrak-abrik

Di oprak-oprak

hakim di oprak-oprak :

Yang di serbu diadili dan masuk bui.

Yang menyerbu dilindungi dan dapat upeti.

Kerani yang kerjanya suka nyatut namanya kerani diamput.

Bahkan sampai karbon pun disetut.

Di bolak-balik

karma di bolak-balik

Di oglek-oglek

kursi di oglek-oglek :

Yang menyeru reformasi ditembaki.

Yang mengaku korupsi di suruh sembunyi.

O, alah plekencong, plekencong ekonomi doyong!

Politisi yang kerjanya mengantuk dalam sidang namanya politisi begadang.

Bahkan teriak setuju pun diundang.

O, alah plekencong, plekencong stabilitas bohong!

Konglomerat yang kekayaannya dibawa minggat namanya konglomerat bejat.

Bahkan berak pun di pesawat.

Di obrak-abrik

hukum di obrak-abrik

Di oprak-oprak

hakim di oprak-oprak

Di bolak-balik

karma di bolak-balik

Di oglek-oglek

kursi di oglek-oglek

Ini sembako baru

ini baru sembako namanya.

Manusia Kepengin Kalau Bisa

Setelah lepas dari sekedar jadi pedagang

dan punya rumah toko

manusia kepingin

telivisi, kulkas dan honda bebek

setelah lepas dari sekedar jadi pengusaha

dan punya super market

manusia kepingin

laser disk, baby benz dan kebun anggrek

setelah lepas dari sekedar konglomerat

dan punya kondominium

manusia kepingin kapal pesiar,

hotel terapung dan lapangan golf

setelah lepas dari sekedar jadi pedagang

setelah lepas dari sekedar jadi pengusaha

setelah lepas dari sekedar jadi konglomerat

manusia kepingin

tak mati-mati

kalau bisa…

Itulah kumpulan dan contoh puisi dari Jose Rizal Manua. (WWN)