Konten dari Pengguna

Langkah-Langkah Melakukan Safety Talk dengan Mudah yang Harus Dipahami

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langkah-langkah melakukan safety talk. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Langkah-langkah melakukan safety talk. Sumber: pexels.com

Safety talk menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang penting untuk dilakukan pimpinan atau ketua tim sebelum memulai kegiatan pekerjaan di lapangan. Hal-hal yang dibahas pun bersifat krusial karena menyangkut keamanan pekerja. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemimpin untuk mengetahui langkah-langkah melakukan safety talk.

Sebab, dalam penerapannya, safety talk ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat sejumlah hal penting yang harus masuk ke dalam pembicaraan tersebut. Waktunya pun relatif terbatas dan singkat.

Langkah-Langkah Melakukan Safety Talk di Tempat Kerja

Langkah-langkah melakukan safety talk. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Pengantar Konsep Dasar Peningkatan Performa dan Budaya K3 Melalui Safety Talk Meeting, David Kusmawan (2023:28), safety talk merupakan pembacaan pesan-pesan keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan setiap hari. Misalnya, pada PT ABC dilaksanakan setiap hari pukul 07.30 dan sore hari pukul 15.30.

Selain itu, safety talk juga dapat diartikan sebagai suatu bentuk komunikasi kepada para pekerja untuk mengenalkan serta mengingatkan segala jenis aturan yang ada di dalam lingkungan kerja. Dengan begitu, maka aktivitas pekerjaan dapat berjalan dengan sistem K3 dan SOP yang berlaku.

Secara umum, tujuan dari pembacaan pesan-pesan keselamatan dan kesehatan kerja ini adalah agar para pekerja bisa lebih termotivasi dalam bekerja dan juga berhati-hati dalam melakukan pekerjaan masing-masing.

Adapun langkah-langkah melakukan safety talk yang tepat adalah sebagai berikut.

  1. Persiapan atau prepare, yakni langkah sebelum penyampaian dengan memikirkan, membaca, menulis, dan juga mempraktikkannya sebelum menyampaikan.

  2. Penyampaian dengan tepat atau pinpoint, yakni penyampaian menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, dan fokus pada poin yang dibahas.

  3. Penyampaian langsung atau personalize, yakni langkah penyampaian secara langsung di hadapan personel karyawan.

  4. Penggambaran atau picturize, yakni langkah penggambaran terhadap apa-apa saja yang disampaikan.

  5. Pemastian atau prescribe, yakni langkah yang dilakukan jika sudah melakukan penyampaian dengan tepat diterima dengan benar oleh pendengar.

Baca Juga: 5 Kepribadian Baik yang Harus Dimiliki Pekerja di Bidang Kuliner

Itulah uraian singkat tentang langkah-langkah melakukan safety talk yang penting untuk dipahami setiap pemimpin tim maupun para pekerja. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat dan diimplementasikan langsung oleh setiap pekerja di lapangan. (Anne)