Listrik Statis: Pengertian dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Listrik statis adalah salah satu jenis listrik dalam ilmu fisika. Listrik statis dapat terjadi karena adanya gesekan dari dua benda. Jadi, dapat dikatakan bahwa listrik statis tidak memiliki muatan listrik dan tidak bisa mengalir dari satu benda ke benda lainnya. Listrik statis bisa menciptakan percikan dan memicu gas sehingga kehadirannya cukup membahayakan.
Tidak hanya itu saja, listrik statis juga bisa mengalir ke seluruh tubuh dan menciptakan sengatan yang beresiko menghentikan jantung sehingga berakibat pada kematian. Dalam ilmu fisika, fenomena listrik statis tidak hanya sekadara balon yang digesekkan pada benda tertentu, seperti penggaris atau sisir, tetapi juga bisa ditimbulkan saat tangan kita didekatkan ke layar TV.
Pengertian Listrik Statis
Menurut buku Mengenal Fisika Listrik dan Magnet karya Bayu Sapta Hari (2019), secara etimologi, listrik statis diambil dari kata ‘statis’ yang artinya diam. Hal ini karena listrik statis berhubungan dengan aliran listrik yang tidak mengalir ke benda lainnya. Selain itu, perpindahan arus pada listrik statis juga terbatas.
Untuk Anda yang peka terhadap lingkungan pasti akan menyadari bahwa keberadaan listrik statis sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari kita. Pada dasarnya, listrik statis dikenal sebagai jenis listrik yang terjadi akibat ketidakseimbangan muatan listrik di dalam ataupun di permukaan suatu benda.
Contoh Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-Hari
Berikut adalah contoh listrik statis dalam kehidupan sehari-hari yang dapat Anda ketahui.
Ketika Anda menyisir rambut, tanpa disadari terkadang ada rambut yang akan berdiri sendiri seiring dengan gerakan sisir. Hal ini terjadi karena adanya interaksi antara muatan sisir dengan rambut.
Penggaris atau sisir yang digosok-gosokkan ke rambut atau tangan dalam keadaan kering sehingga dapat menarik potongan kertas kecil.
Kain sutra yang digosok-gosokkan pada batang kaca sehingga memicu timbulnya reaksi tarik-menarik antara dua benda. Hal ini disebabkan oleh electron dari batang kaca yang berpindah ke kain sutra sehingga batang kaca akan memiliki muatan positif dan batang kaca akan memiliki muatan negatif.
(Anne)
