Konten dari Pengguna

Macam-Macam Cara Penyimpanan Bahan Makanan Nabati dan Pengawetannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyimpanan Bahan Makanan Nabati. Sumber: Unsplash/Jacopo Maia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyimpanan Bahan Makanan Nabati. Sumber: Unsplash/Jacopo Maia

Penyimpanan bahan makanan nabati merupakan pengetahuan yang penting. Salah satu alasan pengetahuan tersebut termasuk penting adalah kondisi bahan makanan nabati umumnya mudah layu atau rusak jika tidak disimpan dengan baik.

Bahan makanan yang termasuk jenis nabati itu sendiri adalah bahan-bahan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti buah, sayur, dan biji-bijian. Walaupun sama-sama berasal dari tumbuhan, buah, sayur, dan kacang memiliki cara penyimpanan yang berbeda.

Cara Penyimpanan Bahan Makanan Nabati

Ilustrasi Penyimpanan Bahan Makanan Nabati. Sumber: Unsplash/Ello

Setiap orang perlu mengetahui cara penyimpanan bahan makanan nabati yang tepat. Pengetahuan tersebut diperlukan karena beberapa jenis bahan makanan nabati termasuk kelompok rentan rusak dan agak rentan rusak.

Dikutip dari buku Keracunan Makanan: Cegah, Kenali, Atasi, Mustika (2019: 19), berikut adalah penjelasan mengenai maksud dari kelompok makanan rentan rusak dan agak rentan rusak.

1. Bahan Makanan Rentan Rusak (Perishable Food)

Kelompok bahan makanan yang tergolong sangat rentan rusak merupakan produk makanan hewani berupa daging, ikan, ayam, kerang, telur, susu, serta produk nabati berupa sayuran dan buah segar.

2. Bahan Makanan Agak Rentan Rusak (Semi-perishable Food)

Kelompok bahan makanan agak rentan rusak umumnya memiliki daya tahan penyimpanan lebih lama. Contohnya, kentang, mentimun, kacang-kacangan, dan apel.

Berdasarkan penjelasan tersebut, diketahui bahwa sejumlah produk nabati (sayur dan buah segar) termasuk bahan makanan rentan rusak. Kemudian, produk nabati sejenis kentang, mentimun, kacang-kacangan, dan apel termasuk agak rentan rusak.

Cara menyimpan bahan makanan nabati agar tidak mudah rusak adalah memperhatikan suhu penyimpanan. Mengutip dari buku yang sama, Mustika (2019: 20), berikut adalah rincian suhu yang tepat beserta kurun waktu penyimpanan produk nabati.

1. Jenis Buah dan Sayur

Suhu penyimpanan yang tepat untuk jenis buah dan sayur adalah 10°C untuk digunakan dalam kurun waktu ≤3 hari sampai dengan 1 minggu.

2. Jenis Tepung dan Biji-Bijian

Suhu penyimpanan yang tepat untuk tepung dan biji-bijian adalah 25°C untuk digunakan dalam kurun waktu ≤3 hari sampai dengan 1 minggu.

Uraian di atas merupakan penjelasan tentang cara menyimpan makanan yang akan digunakan dalam kurun waktu ± satu pekan. Jadi, bukan untuk jangka waktu lama yang lebih dari satu pekan atau pengawetan makanan.

Macam-Macam Pengawetan Bahan Makanan Nabati

Ilustrasi Penyimpanan Bahan Makanan Nabati. Sumber: Unsplash/Martin Lostak

Pengawetan bahan makanan nabati berbeda dengan cara penyimpanannya yang hanya memperhatikan suhu. Pengawetan bahan makanan nabati memiliki sejumlah metode, seperti melalui suhu, kimia, pengeringan, dan lain-lain.

Dikutip dari buku berjudul Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan untuk SMA/MA Kelas X, Kurniawan (2021: 149), berikut adalah beberapa macam metode pengawetan bahan makanan nabati.

1. Pengawetan secara Kimia

Pengawetan secara kimia merupakan metode pengawetan dengan menggunakan bahan kimia, seperti gula pasir, garam dapur, nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionate, asam sitrat, dan garam sulfat. Contoh hasil awetannya adalah selai dan sirup buah.

2. Pengawetan Suhu Rendah/Pendinginan

Pendinginan (cooling) merupakan metode pengawetan dengan menggunakan penyimpanan pada suhu rendah -2°C sampai dengan 10°C. Pendinginan dapat mengawetkan bahan pangan selama beberapa hari atau beberapa pekan tergantung jenisnya.

3. Pengeringan

Pengeringan merupakan metode pengawetan dengan mengurangi kadar air sampai batas perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau benar-benar terhenti. Contoh hasilnya, yaitu mi dan kerupuk.

Baca juga: 5 Cara Penyimpanan Bahan Makanan yang Benar

Berdasarkan ulasan di atas, jelas bahwa ada banyak cara penyimpanan bahan makanan nabati. Secara umum, tujuan penyimpanan tersebut adalah menjaga daya tahan produk dalam jangka waktu beberapa hari. (AA)