Konten dari Pengguna

Macam-Macam Rukun Iman dalam Islam dan Maknanya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Macam-Macam Rukun Iman Dalam Islam, Foto: Unsplash/CihatDeniz.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Macam-Macam Rukun Iman Dalam Islam, Foto: Unsplash/CihatDeniz.

Rukun iman adalah pilar yang harus dimiliki seorang Muslim sebagai dasar kepercayaan dalam Islam. Macam-macam rukun iman dalam Islam ini jumlahnya ada 6. Rukun artinya dasar atau pokok yang harus dikerjakan, sedangkan iman adalah yakin atau percaya.

Umat Islam wajib memahami dan mengamalkan tiap rukun iman di kehidupan sehari-hari. Iman diyakini dalam hati mengandung pengertian percaya atau yakin dengan sepenuh hati bahwa alam semesta dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah SWT.

Macam-Macam Rukun Iman dalam Islam

Ilustrasi Macam-Macam Rukun Iman Dalam Islam, Foto: Unsplash/Tamer ALKIS.

Dikutip dari buku Pelajaran Agama Islam: Hamka Berbicara tentang Rukun Iman karya Hamka (2020: 29), berikut adalah macam-macam rukun iman dalam Islam dan maknanya yang perlu diketahui.

1. Iman kepada Allah

Iman kepada Allah merupakan rukun iman pertama dan paling utama dalam Islam. Umat Muslim haruslah terlebih dahulu mengenal bahwa tiada Tuhan kecuali Allah.

Sebagaimana firman Allah SWT pada Al-Baqarah ayat 143:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.”

2. Iman kepada Malaikat

Makna dari beriman kepada para malaikat adalah untuk mengimani atau meyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan para malaikat dalam keadaan malaikat tidak tidur, tidak memiliki nafsu, bukan perempuan maupun laki-laki. Malaikat merupakan makhluk mulia yang juga bertugas sebagai perantara Allah.

Hal ini disebutkan dalam surah An-Nahl ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut:

يُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ بِالرُّوْحِ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖٓ اَنْ اَنْذِرُوْٓا اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاتَّقُوْنِ

“Dia menurunkan para malaikat membawa wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, (dengan berfirman) yaitu, “Peringatkanlah (hamba-hamba-Ku), bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.”

3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah

Muslim wajib meyakini keberadaan kitab-kitab Allah SWT yang diturunkan atau diberikan kepada para nabi pilihannya yang berisi petunjuk bagi hamba-hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ali-Imran ayat 3:

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَاَنْزَلَ التَّوْرٰىةَ وَالْاِنْجِيْلَۙ

"Dia menurunkan Al-Kitab (al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil"

4. Iman kepada Nabi dan Rasul

Iman kepada nabi dan rasul artinya kita harus meyakini bahwa nabi dan rasul adalah manusia utusan Allah yang diperintahkan untuk menyampaikan kabar gembira, ajaran baik, dan lisan serta ancaman di muka bumi sebagaimana disampaikan dalam Al Quran surat An-Nisa ayat 136:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”

5. Iman kepada Hari Akhir (Kiamat)

Pada hari akhir nanti semua manusia akan dikumpulkan dan dibangkitkan lagi sesuai dengan segala amal ibadahnya. Hal ini tercantum dalam Al Quran surat Al-Hajj ayat 7:

وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ

“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.”

6. Iman kepada Qada dan Qadar (Takdir)

Takdir merupakan ketentuan yang terjadi di alam semesta. Hal ini terdapat dalam surah Al-Ahzab ayat 36:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗٓ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ ۗوَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًاۗ

"Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.”

Baca Juga: Makna Rukun Iman dan Rukun Islam yang Perlu Dipahami

Itulah penjelasan mengenai macam-macam rukun iman dalam Islam dan pembahasannya. Rukun iman ini harus diyakini dan dipercayai umat Muslim dengan sepenuh hati. (Umi)