Makna Beriman kepada Rasul beserta Cara Menerapkannya dalam Kehidupan

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna beriman kepada Rasul dan menerapkannya dalam kehidupan merupakan salah satu hal penting yang perlu diketahui, khususnya bagi umat Islam. Dengan memahami makna beriman kepada Rasul, seorang muslim dapat menjalankan rukun iman dengan baik.
Adanya keimanan kepada Rasul Allah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan iman kepada Rasulullah merupakan cerminan tindakan seseorang dari adanya kepercayaan seorang muslim terhadap Rasul yang telah diutus Allah.
Makna Beriman kepada Rasul
Mengutip buku berjudul Rukun Iman, Hudarrohman (2012:1) rukun iman artinya dasar atau pokok kepercayaan. Rukun iman merupakan pokok-pokok kepercayaan dalam Islam yang harus dikerjakan orang yang beriman.
Rukun iman disebutkan dalam sabda Rasulullah sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim berikut:
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
Artinya: “Engkau beriman kepada (1) Allah, (2) malaikat-Nya, (3) kitab-kitabNya, (4) para Rasul-Nya, (5) hari akhir, dan beriman kepada (6) takdir, baik takdir yang baik maupun takdir yang buruk.” (HR. Muslim no. 8)
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa beriman kepada Rasul merupakan salah satu rukun iman yang harus diyakini umat Islam dalam kesehariannya. Apa makna beriman kepada Rasul?
Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Akhmad Mahmudi, Machnunah Ani Zulfah, M.Pd.I. (2021: 32), beriman kepada Rasul berarti meyakini bahwa Rasul itu benar-benar utusan Allah SWT. yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.
Perwujudan iman kepada Rasul adalah menerima ajaran yang dibawa rasul-rasul Allah SWT. perintah untuk iman kepada Rasul dijelaskan dalam ayat Alquran yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ ءَامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An Nisa: 36)
Cara Menerapkan Iman kepada Rasul di Kehidupan Sehari-hari
Iman kepada Rasul dapat diterapkan dengan berbagai cara. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan beriman kepada Rasul dalam kehidupan sehari-hari.
Meyakini segala ajaran Rasul adalah ajaran yang benar
Menjadikan Rasul sebagai suri tauladan dalam menjalani kehidupan.
Mengamalkan sunnah yang diajarkan oleh Rasul dalam kehidupan sehari-hari
Baca juga: 5 Hikmah Beriman Kepada Malaikat sebagai Rukun Iman Kedua
Makna beriman kepada Rasul beserta contoh penerapannya dalam kehidupan dapat dijadikan sebagai pengetahuan tambahan bagi umat Islam untuk memperluas wawasan terkait pengetahuan keagamaan. (DAP)
