Makna Gerakan Tari Lego-lego dari Nusa Tenggara Timur

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kaya akan aneka ragam budaya, bangsa Indonesia tentu juga kaya akan aneka tarian unik, salah satunya tari lego-lego. Tari lego-lego berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur.
Dipentaskan untuk menyambut tamu, memeriahkan upacara pernikahan, dan lain sebagainya, tarian ini diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang Alor, sehingga masih terus lestari sampai sekarang.
Makna Tari Lego-lego Berasal dari Alor, NTT
Melansir situs resmi Kemdikbud, tari lego-lego adalah tarian daerah yang mengajak masyarakat bersatu untuk membangun kampung dan negeri.
Maka dari itu, tarian ini mengandung semangat gotong royong, sikap saling mendukung, dan keikhlasan untuk memupuk motivasi.
Lebih dalam lagi, tarian ini memiliki 2 makna fungsional yang sangat penting, yakni:
Bentuk Ucapan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
Usai pelaksanaan suatu kegiatan, warga Alor akan mementaskan tari lego-lego sebagai bentuk ucapan syukur. Sambil menari, warga Alor juga akan menyanyikan lagu pujian syukur.
Wujud Kegembiraan atas Suatu Keberhasilan
Selain itu, tarian lego-lego juga dipentaskan untuk merayakan suatu keberhasilan, seperti keberhasilan panen atau pernikahan.
Gerakan Tari Lego-lego dari Nusa Tenggara Timur
Melansir buku 30 Destinasi Wisata di Nusa Tenggara Timur, Tri Cahyani, (2019:34), tari lego-lego dipentaskan oleh beberapa orang, dengan iringan gong dan moko yang ditabuh. Sebagai informasi, moko adalah alat musik yang menyerupai gendang dan terbuat dari perunggu.
Berdasarkan jurnal Modal Sosial dalam Budaya Tarian Lego-Lego Masyarakat Alor Nusa Tenggara Timur, Welhelmina Selfina Beli, (2017:15), gerakan tarian lego-lego dilakukan berbarengan dengan mengelilingi alat musik moko.
Penari akan membentuk lingkaran, berjalan cepat atau kadang juga lambat, saling berpegangan bahu, dan lalu bergerak mengelilingi moko.
Menilik gerakan tariannya, dapat disimpulkan bahwa tari lego-lego menampilkan pola lantai garis yang melengkung. Karena itulah, para penari akan menari bersama-sama sambil membentuk lingkaran. Penggunaan pola lantai ini menggambarkan kesan persatuan dan persaudaraan di antara semua penarinya.
Tarian lego-lego dipentaskan di tempat yang bernama lelang atau mesbah. Mesbah adalah 3 batu yang disusun sebagai simbol kekuatan dan persatuan. (BRP)
