Makna Lambang Sila Kedua Pancasila dan Contoh Penerapannya

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila merupakan landasan ideologi bangsa Indonesia yang terdiri dari lima sila. Fungsi daripada pancasila adalah sebagai dasar negara yang mencermikan kepribadian bangsa Indonesia. Setiap sila mempunyai lambang dengan makna yang berbeda. Lambang pancasila adalah burung garuda yang bermakna kekuatan dengan warna emas sebagai simbol kemuliaan. Adapun lambang sila kedua pancasila adalah rantai emas dengan mata rantai kota dan bulat.
Lambang sila kedua pancasila ini memiliki makna hubungan timbal balik antar manusia, dimana gelang berbentuk kota menggambarkan seorang laki-laki dan gelang berbentuk lingkaran menggambarkan seorang perempuan. Total terdapat 17 mata rantai dalam lambang sila kedua pancasila tersebut. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara, ke-17 mata rantai tersebut saling menyambung dan tidak terputus sebagaimana sifat manusia yang saling terikat. Hal inilah yang akan membentuk rantai kemanusiaan yang kuat.
Sila kedua pancasila berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Menurut buku Suplemen Buku Ajar Pendidikan Pancasila karya Yulia Djahir (2015:41), makna dari sila ini adalah bahwa bangsa Indonesia diperlakukan dan diakui sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku makhluk ciptaaan Tuhan Yang Maha Esa sehingga derajat, hak, dan kewajibannya sama tanpa membeda-bedakan agama, ras, suku, dan keturunannya.
Contoh Penerapan Sila Kedua Pancasila
Di bawah ini adalah contoh penerapan sila kedua pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang perlu Anda ketahui.
Saling membantu dan menghargai satu sama lain.
Tidak membeda-bedakan ras, suku, jabatan, dan kedudukan.
Membina kerukunan dengan masyarakat.
Mengembangkan sikap tenggang rasa agar tidak berbuat semena-mena terhadap orang lain.
Membina kerukunan dengan masyarakat.
Berperan aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat.
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Berani membela dan menegakkan kebenaran serta keadilan.
Dengan menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta hubungan kemanusiaan yang kuat, adil, dan beradab tanpa adanya diskriminasi terhadap perbedaan yang ada di dalam masyarakat. kita sebagai warga negara sudah sepantasnya mengamalkan nilai-nilai tersebut agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. (Anne)
