Manfaat Hutan Bakau untuk Lingkungan Hidup di Sekitarnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu berlibur ke hutan bakau? Terlepas dari keindahannya, pernahkah kamu berpikir, "Apakah manfaat hutan bakau?"
Apa Itu Hutan Bakau?
Sebelum mengetahui manfaatnya, kamu perlu terlebih dahulu mengetahui apa itu hutan bakau.
Hutan bakau atau yang biasa disebut sebagai hutan mangrove adalah kumpulan semak dan pohon yang tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi atau air payau, seperti di sekitar pantai, rawa, atau tepi sungai.
Dikutip dari dari situs resmi American Museum of Natural History, terdapat sekitar 80 spesies tumbuhan yang termasuk di dalam kategori tumbuhan bakau. Untuk bertahan hidup, beberapa spesies tanaman bakau menggunakan akarnya untuk menyaring 90% garam.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2019, Indonesia memiliki area hutan bakau yang luas, yaitu sekitar 3,31 juta hektare. Adapun hutan bakau terluas Indonesia berada di Papua dengan luas sebesar 1,4 juta hektare.
Apa Saja Ragam Tumbuhan Bakau?
Tumbuhan bakau atau mangrove terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
Bakau sejati utama alias mayor, yang tumbuh di wilayah pasang surut dan membentuk tegakan murni. Jenis ini adalah yang terpenting untuk wilayah pesisir, karena mampu mencegah kerusakan langsung.
Bakau sejati tambahan alias minor, yang sering ditemukan di tepian pantai dan jarang membentuk tegakan.
Bakau ikutan alias associate, yang tidak pernah tumbuh di dalam lahan bakau sejati, malah umumnya tumbuh di daratan.
Apakah Manfaat Hutan Bakau?
Adapun sejumlah manfaat dari hutan bakau sebagai berikut:
Menjaga Kualitas Udara dan Air
Rimbunnya hutan bakau dapat menolong manusia untuk memperoleh udara segar dan air bersih. Ini karena hutan bakau berfungsi untuk menyerap semua kotoran dari sampah manusia dan kapal di laut. Hutan bakau juga menyerap semua jenis logam berbahaya, sehingga membuat kualitas air jadi lebih bersih.
Mencegah Tsunami
Gelombang raksasa ini diakibatkan oleh gempa bumi atau letusan gunung berapi di bawah laut. Akar Hutan bakau yang kuat bisa mencengkeram tanah, sehingga mengurangi dampak tsunami dengan mengurangi kerusakan akibat aliran air ke daratan. Hutan bakau dengan lebar ratusan meter terbukti mengurangi ketinggian tsunami sekitar 5-30%.
Habitat Biota Laut
Beberapa spesies udang, ikan, dan kepiting bisa berkembang biak dengan nyaman di kawasan hutan bakau, lho.
Mencegah Abrasi Laut
Abrasi merupakan proses pengikisan daratan oleh gelombang yang mengurangi wilayah daratan. Nah, hutan bakau bisa menghalangi air laut yang akan mengikis daratan.
Menahan Angin dan Badai
Hutan bakau terdiri dari banyak tumbuhan bakau lebar yang bisa menahan badai dan angin. Satu kilometer dari hutan bakau mampu mengurangi 75% dampak badai dan mengurangi tingkat banjir di daerah pesisir dengan signifikan.
Tumbuhan bakau juga bisa mengurangi banjir akibat badai dengan memperlambat aliran air dan mengurangi gelombang air laut, sehingga tidak akan mencapai daratan.
Setelah memahami apakah manfaat hutan bakau, yuk, kita jaga kelestariannya bersama, salah satunya dengan tidak membuang limbah rumah tangga ke perairan.(BRP)
