Masa Kehidupan Berburu dan Berpindah Berlangsung Bersamaan dengan Pleistosen

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa berburu, mengumpulkan makanan, dan berpindah-pindah terjadi pada masa paleolithikum. Masa berburu dan berpindah-pindah berlangsung bersamaan dengan kala pleistosen. Masyarakat pada masa ini memiliki pola kehidupan yang selalu berpindah-pindah tempat atau yang sering disebut sebagai nomaden.
Mengenal Kehidupan Zaman Paleolithikum
Dilansir dari buku Dasar-Dasar Ilmu Budaya: Deskripsi Kepribadian Bangsa Indonesia, Drs. Isma Tantawi, M.A., (2019:39), zaman paleolithikum atau yang disebut juga dengan zaman batu tua, diperkirakan terjadi kira-kira pada 600.000 tahun yang lalu.
Pada masa berburu dan meramu, manusia purba menggunakan peralatan yang berasal dari batu kasar yang dihaluskan untuk meramu makanan dengan sederhana.
Selain untuk meramu makanan dengan sederhana, berbagai alat yang terbuat dari batu kasar yang dihaluskan, seperti parang atau kapak genggam juga digunakan untuk memotong kayu atau membunuh binatang buruan.
Kehidupan masyarakat pada zaman paleolithikum masih amat sederhana, sehingga kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup mereka bergantung sepenuhnya pada keadaan alam.
Mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berburu dan mengumpulkan bahan makanan dari alam, atau yang biasa disebut food gathering.
Kehidupan mereka bergantung pada tanah yang subur dan daerah yang menyediakan banyak binatang buruan sebagai bahan makanan.
Setelah bahan makanan di suatu daerah habis, maka mereka akan mencari tempat lain yang masih subur dan dipenuh binatang buruan. Maka dari itu, mereka pun sering berpindah tempa tinggal, atau yang biasa disebut nomaden.
Masa Berburu dan Berpindah-pindah Berlangsung bersamaan dengan Kala Pleistosen
Sedangkan kala pleistosen adalah suatu kala di dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 2.588.000 sampai 11.500 tahun yang lalu. Kala pleistosen berlangsung selama beberapa juta tahun, sehingga menjadi kala terpanjang yang dilalui manusia.
Pada kala pleistosen kondisi bumi mulai membaik, tetapi keadaan alam masih tidak stabil. Iklim dan bentuk fisik bumi masih terus berubah. Maka dari itu, manusia pada kala pleistosen berfokus untuk mempertahankan diri di tengah-tengah kondisi alam yang penuh tantangan dan ketidakpastian.
Meskipun manusia purba pada kala ini masih hidup dengan cara berburu dan meramu, tetapi cara hidup manusia pada kala pleistosen yang awalnya masih sangat sederhana terus mengalami kemajuan sedikit demi sedikit sesuai pengalaman yang diperoleh manusia dari masa ke masa.
Kesimpulan
Pada masa paleolithikum, manusia hidup dengan cara berburu, mengumpulkan makanan, meramu makanan dengan sederhana, dan berpindah-pindah.
Nah, masa berburu dan berpindah-pindah berlangsung bersamaan dengan kala pleistosen, di mana cara hidup manusia mulai mengalami kemajuan sedikit demi sedikit, meskipun masihg bergantung penuh pada kondisi alam. (BRP)
