Memahami Beberapa Tahapan Pembangunan Kapal Baru

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapal merupakan salah satu alat transportasi penting dalam mengirimkan barang yang mengendalikan 95% total perdagangan. Oleh karena itu, permintaan kapal terus meningkat. Untuk membuatnya, terdapat beberapa tahapan pembangunan kapal baru.
Untuk bisa memenuhi standar kualitas yang berlaku, terdapat beberapa pemeriksaan sebelum kapal bisa melaut. Dengan kapal yang sudah sesuai standar diharapkan dapat mengurangi maupun terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tahapan Pembangunan Kapal Baru
Dikutip dari buku Stabilitas Kapal Untuk Perwira Pelayaran Niaga Vol. I oleh Arief Laksmono (2017), pembangunan kapal merupakan kegiatan rekayasa teknologi yang mempunyai karakteristik tersendiri. Setiap galangan bisa berbeda dalam pembangunannya.
Adapun tahapan dalam membangun kapal yakni:
1. Penerjemahan Keinginan Pemilik Kapal (Development of Owner’s Requirements)
Tahap pertama membangun kapal dalam penerjemahan keinginan dari pemesan. Sebab, setiap pemesan menggunakan kapalnya untuk kebutuhannya sendiri sesuai kebutuhan.
2. Desain Konsep atau Perencanaan (Preliminary/Concept Design)
Setelah mengetahui keinginan dari pemilik kapal, langkah selanjutnya adalah membuat desain dan perencanaan. Tahap ini sangatlah penting sebab pembuatan kapal akan terpaku pada desain yang sudah dibuat dan disetujui.
3. Keel Laying
Keel laying adalah tahapan dalam membangun kapal secara simbolik. Keel Laying merupakan kegiatan peletakkan lunas dalam proses pembangunan kapal dan biasanya dilakukan ceremony oleh pemesan kapal (shipowner) karena menandakan hari kelahiran kapal.
4. Fabrikasi
Fabrikasi adalah tahap awal dalam proses pembangunan kapal dengan memproduksi komponen-komponennya. Fabrikasi terdiri dari marking, cutting, dan forming.
Sebelum proses tersebut dilakukan terlebih dahulu mengidentifikasi material sudah diklasifikasikan atau belum. Setelah selesai diidentifikasi maka pihak klasifikasi tersebut akan menandatangani pemeriksaan pelat tersebut.
a. Marking
Proses penandaan pada pelat mulai dari penandaan profil maupun frame. Nama tersebut disesuaikan dengan kode mencakup nomor kapal, nomor blok, posisi marking.
b. Cutting
Proses pemotongan pelat dengan menggunakan gas cutter atau acetylene, dengan memperhatikan sudut potong, kecepatan potong, dan tebal pelat yang akan dipotong.
c. Forming
Proses pembentukan pelat dari bentuk aslinya menjadi bentuk yang diinginkan.Pembentukan pelat dibantu mesin roll, mesin bending, dan mesin press.
5. Sub-Assembly
Tahap ini adalah penggabungan komponen dari fabrikasi menjadi blok-blok kecil. Dengan penggabungan blok-blok kecil dapat mengurangi pekerjaan pengelasan.
6. Assembly
Proses selanjutnya adalah pemasangan frame pada kulit lambung. Penggabungan beberapa wrang dan juga penggabungan dua blok.
Proses penggabungan part assembly yang telah di sub assembly menjadi sebuah blok. Blok yang dibangun diperhitungkan beratnya sesuai dengan kemampuan crane.
7. Erection
Erection adalah proses penggabungan antar block structure sampai menjadi bentuk badan kapal. Erection merupakan tingkatan terakhir dari proses assembly. Proses ini merupakan penggabungan blok-blok dari proses assembly menjadi sebuah kapal.
Proses Erection ini dimulai dari blok dasar ganda (double bottom) yang biasanya bersamaan dengan proses keel laying kemudian semakin ke atas sampai bagian superstructure. Sebelum proses erection dilakukan pembalikan blok yang akan melakukan erection.
Setelah blok di balik maka blok direction, untuk proses erection blok di sini dilakukan pada dua blok double bottom yang juga merupakan keel laying kapal.
8. Outfitting
Outfitting merupakan proses pemasangan komponen kapal, meliputi hull outfitting, piping, accommodation, sistem propulsi, dan machinery outfitting.
9. Painting
Painting yaitu proses dimana dilakukan pekerjaan pengecatan. Pengecatan dimaksudkan untuk melindungi permukaan material dari pengaruh lingkungan yang dapat berdampak pada korosi.
10. Tes Kebocoran
Test kebocoran adalah suatu bentuk pengujian terhadap pengelasan konstruksi kapal untuk mengetahui apakah pengelasan tersebut mengalami kebocoran atau tidak.
11. Launching
Launching merupakan proses di mana penurunan kapal dari landasan peluncuran ke dalam air. Tahap ini dilakukan setelah badan kapal telah terbentuk sempurna dan telah dilaksanakan cek kebocoran.
12. Sea Trial
Pengujian dilakukan pemilik kapal hingga pihak galangan. Pengujian meliputi kecepatan, manuver, penurunan dan penarikan jangkar, pemadam kebakaran, dan lainnya yang menyangkut keseluruhan fungsi peralatan hingga perlengkapan pada saat nanti kapal ke laut.
Baca Juga: 4 Bentuk-Bentuk Lambung Kapal dan Karakteristiknya
Ternyata ada banyak tahapan pembangunan kapal baru supaya tercipta kapal yang kuat dan sesuai standar. Alasan ini pula yang menjadikan proses pembuatan kapal memakan waktu lama serta membutuhkan biaya yang besar. (MZM)
