Memahami Cara Konversi Analog ke Digital

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di masa yang semuanya serba digital, cara konversi analog ke digital penting untuk dipahami. Hal ini mengingat masih banyaknya sumber-sumber berbentuk analog. Agar bisa digunakan secara efisien, sumber tersebut sebaiknya diubah ke digital.
Ada sejumlah cara untuk mengubah bentuk informasi analog menjadi digital. Cara-cara ini dapat dipelajari untuk menambah wawasan.
Cara Konversi Analog ke Digital
Mengutip dari buku Panduan Praktis & Komplet MATLAB Untuk (Calon) Insinyur, Siahaan dan Sianipar (2020:105), kebanyakan sumber informasi di alam berupa sumber informasi analog. Sumber analog ini meliputi citra, suara, dan sumber telemetri lain.
Konversi analog ke digital bisa dibagi menjadi dua cabang berikut.
Kuantisasi (kompresi data berugi): sumber analog dikuantisasi ke dalam sejumlah level tertentu.
Pengkodean tanpa rugi: data digital hasil kuantisasi dikompresi agar bisa direpresentasi dengan bit seminimal mungkin.
Adapun cara konversi analog ke digital adalah sebagai berikut.
1. Pencuplikan
Pencuplikan disebut juga sampling. Cara ini mengonversi sinyal analog dalam sinyal amplitudo kontinu waktu diskrit. Proses ini bisa diibaratkan dengan suatu saklar on/off yang bisa menutup dan membuka pada periode tertentu.
2. Kuantisasi
Kuantisasi merupakan proses yang membagi elemen-elemen yang bernilai kontinu. Setiap level diskrit sinyal hasil pencuplikan memiliki tetapan level tertentu. Level-level tersebut merupakan tetapan angka yang menjadi bilangan biner.
Setiap sinyal diskrit yang ada akan disesuaikan dengan level tetapan yang ada. Apabila lebih kecil maka akan dinaikkan dan sebaliknya, jika lebih besar akan diturunkan. Proses ini mirip dengan proses pembulatan angka.
Resolusi dari alat dapat memengaruhi tetapan level yang ada. Karena tetapan level berupa kombinasi angka biner, maka apabila bitnya besar berarti kombinasinya lebih banyak serta tetapannya lebih banyak.
3. Pengkodean
Pengkodean merupakan proses merepresentasikan sinyal amplitudo diskrit dalam barisan bilangan biner dari setiap bit. Setelah proses kuantisasi, setiap diskrit yang ada mempunyai tetapan tertentu. Tetapan tersebut menjadi kombinasi bilangan biner.
Dari tetapan tersebut, terbentuk bilangan biner yang berupa informasi dari sinyal. Jika sudah menjadi sinyal digital, proses perekayasaan bisa dilakukan. Yang harus dikerjakan adalah mengubah informasi digital dengan proses digital sehingga memberikan hasil yang diinginkan.
Baca juga: Macam-Macam Sistem Bilangan Komputer yang Perlu Diketahui
Pelajari pembahasan mengenai cara konversi analog ke digital untuk menambah wawasan dalam bidang komputer. Selamat belajar! (KRIS)
