Konten dari Pengguna

Memahami Definisi Ideologi, Sejarah, dan Fungsinya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi definisi ideologi, sejarah, dan fungsinya. Foto: Unsplash/Nick Page
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi definisi ideologi, sejarah, dan fungsinya. Foto: Unsplash/Nick Page

Jelaskan definisi ideologi! Pertanyaan yang satu ini kerap kali diutarakan banyak orang, terutama para siswa. Ideologi merupakan cara berpikir seseorang atau golongan tertentu. Setiap negara memiliki ideologinya masing-masing.

Ideologi dapat menjadi paham, teori, hingga tujuan untuk keberlangsungan hidup suatu negara. Inilah yang membuat definisi ideologi perlu diketahui.

Definisi Ideologi

Ilustrasi definisi ideologi. Foto: Unsplash/Jacek Dylag

Jelaskan definisi ideologi! Dikutip dari buku Kewarganegaraan oleh Chotib (2015), ideologi berasal dari bahasa Yunani “eidos” atau “idein” yang dikemukakan oleh A. Destult de Tracy di tahun 1836. Menurutnya, ideologi memiliki arti ilmu tentang terjadinya cita-cita dan gagasan atau buah pikiran.

Secara harfiah, ideologi adalah ilmu pengetahuan tentang ide-ide (science of ideas) atau ajaran tentang pengertian dasar. Sedangkan dalam pengertian secara umum, “idea” berarti cita-cita.

Cita-cita yang dimaksud merupakan cita-cita yang bersifat tetap dan harus dicapai. Cita-cita yang satu ini bersifat tetap sekaligus menjadi dasar, pandangan, atau paham.

Singkatnya, definisi ideologi adalah ilmu yang membicarakan tentang suatu gagasan atau pemikiran untuk dijadikan pedoman, unsur, landasan, prinsip, dan cita-cita dalam hidup.

Sejarah Ideologi

aIlustrasi sejarah ideologi. Foto: Unsplash/Bingnan Li

Ideologi pertama kali muncul pada Revolusi Prancis yang diperkenalkan oleh seorang filsuf Destutt de Tracy pada abab ke-18. Pada abad ke-19, ideologi semakin populer.

Destutt de Tracy dan rekan-rekannya merancang sistem pendidikan nasional yang diyakini akan mengubah Prancis menjadi masyarakat yang rasional dan ilmiah.

Mereka menggabungkan keyakinan kuat pada kebebasan individu dengan program perencanaan negara dan pada 1795 menjadi dokrit resmi Republik Prancis.

Napoleon pada awalnya mendukung Destutt de Tracy, namun kemudian berbalik melawan. Bahkan pada 1812 menyalahkan tentaranya yang kalah karena pengaruh ideologi tersebut.

Napoleon menghubungkan nama idéologie dengan apa yang dianggap sebagai elemen paling menjijikkan dalam pemikiran Revolusioner, dia menginvestasikan kata yang sama dengan semua perlawananan dan tidak percayanya.

Inilah yang membuat beberapa sejarawan filsafat menyebut abad ke-19 sebagai zaman ideologi. Hal ini bukan karena ideologi pada waktu itu begitu banyak digunakan, tetapi karena begitu banyak pemikiran pada masa tersebut.

Fungsi Ideologi

Ilustrasi fungsi ideologi. Foto: Unsplash/Timon Studler

Sebagai cermin dari cara berpikir masyarakat, ideologi memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah:

  • Struktur kognitif, yaitu keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian alam.

  • Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.

  • Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak.

  • Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya.

  • Kekuatan yang mampu memberi semangat serta mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.

  • Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati, serta melaksanakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma.

Baca Juga: Pengertian Ideologi secara Umum Lengkap dengan Jenis-Jenisnya

Setelah membaca artikel di atas, semoga sudah tidak bingung lagi saat diminta jelaskan definisi ideologi. Dengan mengetahuinya definisi ideologi, sejarah, dan fungsinya dapat lebih paham bagaimana sebuah negara mencapai keinginan dan cita-cita. (MZM)