Konten dari Pengguna

Memahami Kelompok Gas Rumah Kaca dalam Pemanasan Global

Berita Update

Berita Update

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok Gas Rumah Kaca             Sumber www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Kelompok Gas Rumah Kaca Sumber www.unsplash.com

Isu keselamatan lingkungan pada bumi akan terus digaungkan seiring dengan terjadinya pemanasan global. Salah satu penyebab terjadinya pemanasan global adalah gas rumah kaca. Simak penjelasan tentang kelompok gas rumah kaca yang berperan dalam pemanasan global dalam artikel berikut ini.

Gas rumah kaca adalah gas yang bisa menahan panas matahari di bawah atmosfer, sehingga membuat bumi semakin panas. Dinamakan gas rumah kaca karena gas-gas tersebut bekerja persis seperti sistem rumah kaca yang biasa digunakan petani 4 musim untuk memelihara tanaman.

Sinar matahari bisa menembus ruang kaca, dan karena sinar tersebut tidak bisa kembali ke luar, membuat suhu tempat ini menjadi lebih hangat. Begitu pun dengan efek gas rumah kaca, yaitu membuat sinar matahari terperangkap di atmosfer, yang mengakibatkan suhu bumi semakin tinggi. Dampak inilah yang disebut dengan pemanasan global atau global warming.

Kelompok Gas Rumah Kaca

Ilustrasi Kelompok Gas Rumah Kaca Sumber www.unsplash.com

Kelompok gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer bumi yang berfungsi menahan panas. Sebagian gas tersebut berasal dari aktifitas manusia dan memberikan dampak bagi pemanasan global. Seperti yang dikutip dari buku Kesehatan Lingkungan (2020:64),

"Oksida-oksida Nitrogen terdiri dari Nitrogen Monoksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO2), yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Kedua jenis oksida-oksida Nitrogen ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kondisi udara dan termasuk kelompok gas rumah kaca".

Yang termasuk dalam kelompok gas rumah kaca antara lain,

  1. Uap Air (H2O). Uap air terbentuk dari air di darat dan lautan yang menguap dan turun kembali menjadi hujan.

  2. Karbon Dioksida (CO2). Karbon dioksida dihasilkan dari pernapasan, bangkai mahluk hidup, gunung berapi, dan paling banyak dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil seperti gas dan minyak bumi, serta batu bara.

  3. Metana (CH4). Metana terbentuk dari karbon dan hidrogen (air), yang berasal dari rawa, sawah, peternakan, sampah makanan, dan penggunaan gas bumi serta batu bara.

  4. Ozon (O3). Jumlah ozon yang terlalu banyak membuat suhu bumi semakin panas. Ozon dihasilkan dari kendaraan dan pabrik.

  5. Dinitrogen Oksida (N2O). Kadar Dinitrogen Oksida dihasilkan dari pabrik, pupuk, dan pembangkit listrik, yang jika berlebihan akan merusak lapisan ozon.

  6. Klorofluorokarbon (CFC). Senyawa ini diciptakan oleh manusia untuk membuat zat kimia pendingin yang kita kenal dengan freon. CFC dapat merusak lapisan ozon dan menambah panas bumi.

Kelompok Gas Rumah Kaca dalam Pemanasan Global, Sumber www.unsplash.com

Manusia memang harus hidup berdampingan dengan kelompok gas rumah kaca, namun kita bisa mengatur penggunaannya dengan bijak untuk mengurangi dampak pemanasan global.(DK)