Konten dari Pengguna

Memahami Kepanjangan OSIS sebagai Organisasi di Sekolah Menengah

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kepanjangan OSIS. Foto: smpn02bandar.sch.id
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kepanjangan OSIS. Foto: smpn02bandar.sch.id

Saat masuk Sekolah Menengah, seperti SMP maupun SMA, mungkin kamu sering bertanya-tanya tentang logo yang ada di dada seragam. Selain itu banyak siswa yang penasaran akan kepanjangan OSIS yang menjadi organisasi yang ada di sekolah.

Kepanjangan OSIS sebagai Organisasi di Sekolah Menengah

OSIS merupakan satu-satunya lembaga resmi sekolah yang diakui Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia sejak 21 Maret 1970. Lembaga ini hanya berada di tingkat sekolah menegah, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTS) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA/SLB) sederajat.

Dikutip dari buku Komunikasi Budaya dan Dokumentasi Kontemporer karya Moh Faidol Juddi (2019: 315), berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/1992 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang disingkat OSIS.

OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid terpilih. Biasanya organisasi ini memiliki pembimbing dari guru yang dipilih dari pihak sekolah.

Ilustrasi kegiatan OSIS. Foto: smkn1buduran.sch.id

Tugas OSIS

Secara harfiah OSIS bertugas untuk mengendalikan aktivitas siswa agar mencapai tujuan baik. Para siswa yang tergabung dalam bagian OSIS selanjutnya disebut sebagai pengurus OSIS yang memiliki tugas masing-masing mengikuti bidang jabatannya yang diemban.

Ketua OSIS

  • Memimpin jalannnya organisasi.

  • Menetapkan kebijakan dan menyusun program kerja.

  • Mengoordinasi seluruh anggota.

  • Memimpin rapat.

  • Mengevaluasi kinerja seluruh anggota kepengurusan.

Wakil Ketua

  • Bekerjasama dengan Ketua dalam melakukan setiap kegiatan.

  • Memberi saran dan nasihat kepada Ketua dalam mengambil keputusan.

  • Menggantikan Ketua saat berhalangan.

Sekretaris

  • Bertindak sebagai notulen, menyiapkan agenda, evaluasi kegiatan, hasil rapat, dan penulisan laporan.

Bendahara

  • Bertanggung jawab atas seluruh pemasukan dan pengeluaran uang.

  • Membuat kuitansi untuk tiap transaksi.

Ketua Seksi Bidang

  • Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan yang berkaitan dengan bidangnya.

  • Memimpin rapat seksi.

  • Menetapkan kebijakan dalam ruang lingkup kepengurusannya.

Fungsi OSIS

Sebagaimana organisasi lain, OSIS juga memiliki beberapa fungsi sebagai salah satu jalur dalam pembinaan kesiswaan. Adapun fungsi dari OSIS diantaranya:

1. Wadah Kegiatan Siswa

OSIS merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa sekolah dengan jalur pembinaan yang mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan.

2. Motivator

Lembaga OSIS juga memiliki fungsi sebagai motivator atau perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan berbagai kegiatan bersama.

3. Preventif

Apabila fungsi internal OSIS sebagai penggerak dalam kegiatan akademis, OSIS juga memiliki fungsi eksternal yakni mempu beradaptasi dengan lingkungan, menyelaraskan persoalan menyimpang, sampai mengamankankan ancaman dari luar maupun dalam sekolah.

Nah, sekarang sudah paham tentang kepanjangan OSIS sebagai sebuah organisasi yang ada di sekolah bukan? (MZM)