Konten dari Pengguna

Memahami Pengolahan dan Pemanfaatan Energi Batubara sebagai Sumber Bahan Bakar

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelaskan pengolahan dan pemanfaatan energi batubara. Foto: Unsplash/Bence Balla-Schottner
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelaskan pengolahan dan pemanfaatan energi batubara. Foto: Unsplash/Bence Balla-Schottner

Batubara merupakan salah satu bahan bakar yang berasal dari fosil yang banyak digunakan hingga saat ini. Namun banyak orang memiliki pertanyaan jelaskan pengolahan dan pemanfaatan energi batubara.

Batubara banyak digunakan sebagai sumber bahan bakar listrik hingga berbagai industri. Akan tetapi, pengolahan batubara dapat berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan. Untuk itu diperlukan pengolahan yang tepat guna mengurangi dampaknya.

Jenis Pengolahan Batubara

Ilustrasi jelaskan pengolahan dan pemanfaatan energi batubara. Foto: Unsplash/Dominik Vanyi

Jelaskan pengolahan dan pemanfaatan energi batubara! Dikutip dari buku Geoteknik Tambang oleh Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc. (2016), pengolahan batubara terbagi menjadi tiga jenis,yakni preparasi, konstelasi, dan dewatering.

1. Preparasi

Preparasi merupakan usaha untuk meliberasi/membebaskan bijih antara mineral berharga dengan mineral pengotornya dengan jalan mereduksi/memperkecil ukuran butir.

Dalam proses preparasi, terdapat beberapa tahapan, yaitu:

  • Kominusi

Tahapan kominusi ialah mereduksi ukuran butir sehingga menjadi lebih kecil dari ukuran semula. Hal ini dapat dilakukan dengan crushing atau grinding. Grinding digunakan untuk proses basah dan kering, sedangkan crushing digunakan untuk proses kering saja.

Selain untuk mereduksi ukuran butir, kominusi dimaksudkan juga untuk meliberasikan bijih, yaitu proses melepas mineral tersebut dari ikatan yang merupakan gangue mineral. Untuk melakukan hal ini digunakan alat crusher dan grinding mill.

  • Sizing

Sizing ialah pengelompokan mineral, dalam pengelompokan mineral ini dapat dilakukan dengan cara :

  • Screening

Screening merupakan pemisahan besar butir mineral berdasarkan lubang ayakan, sehingga hasilnya seragam.

  • Classifying

Tahapan ini adalah pemisahan butir mineral yang berdasarkan atas kecepatan jatuh material dalam suatu media (air, udara), sehingga hasilnya tidak seragam. Alat untuk melakukan screening disebut screen dan alat untuk melakukan classifying disebut classifier.

2. Konsentrasi

Konsentrasi merupakan suatu operasi untuk memisahkan antara mineral yang berharga dengan mineral tak berharga/pengotornya (gangue mineral) dalam suatu bijih/material yang memanfaatkan sifat fisik atau sifat kimia-fisika permukaan mineral yang akan dipisahkan.

Sifat fisik yang sering digunakan sebagai dasar pemisahan yakni:

  • Warna, kilap dan bentuk kristal, Konsentrasi yang dilakukan dengan tangan biasa (hand picking).

  • Specific gravity (gravity concentration) adalah konsentrasi berdasarkan berat jenisnya. Dalam hal ini, ada tiga macam yakni: Flowing film concentration, Jigging, Heavy Media Separation, dan Heavy Liquid Separation.

  • Magnetic susceptibility, yakni memisahkan mineral dengan dengan sifat kemagnetan, baik secara kuat, lemah, bahkan tidak ada sama sekali.

  • Conductivity, yakni pemisahan memanfaatkan sifat mineral sebagai konduktor.

  • Sifat permukaan mineral dengan memanfaatkan udara apakah akan terpisah yang disebut dengan flotasi.

3. Dewatering

Dewatering adalah operasi pemisahan antara cairan dengan padatan yang pada umumnya melalui tiga tahapan, yakni:

  • Thickening, yaitu merupakan proses pemisahan antara padatan dengan cairan yang mendasarkan atas kecepatan mengendap partikel atau mineral tersebut dalam suatu pulp sehingga solid factor yang dicapai sama dengan satu (% solid = 50%)

  • Filtrasi adalah merupakan proses pemisahan antara padatan dengan cairan jalan menyaring (dengan filter) sehingga didapat solid factor sama dengan empat (% solid = 100%).

  • Drying merupakan proses penghilangan air dari padatan dengan jalan pemanasan, sehingga padatan itu betul-betul bebas dari cairan atau kering (% solid = 100%).

Pemanfaatan Energi Batubara

Ilustrasi pemanfaatan energi batubara. Foto: Unsplash/Chris LeBoutillier

Batubara dapat dimanfaatkan dengan beberapa metode, di antaranya adalah pembakaran dan gasifikasi.

Metode pembakaran batubara merupakan metode paling umum digunakan untuk menghasilkan energi, seperti energi listrik. Dengan batubara yang dibakar akan menghasilkan panas untuk membuat uap yang dapat menggerakkan turbin listrik.

Sedangkan gasifikasi adalah proses konversi batubara menjadi produk gas yang dapat digunakan untuk bahan bakar, maupun bahan baku industri kimia. Metode ini dianggap lebih bersih dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Kategori Faktor Produksi pada Tambang Batubara

Apabila ada pemintaan untuk jelaskan pengolahan dan pemanfaatan energi batubara, artikel di atas dapat dijadikan jawaban. Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan tentang batubara sebagai salah satu sumber bahan bakar yang banyak digunakan.(MZM)