Mengapa Desain Produk Terdahulu Perlu Dibuat pada Tahap Perencanaan Produksi?

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat suatu produk baru diluncurkan, pastilah sudah melewati serangkaian tahapan sebelum siap untuk dipasarkan. Tidak mudah bagi pengusaha sebelum memutuskan apakah sebuah produk telah siap untuk dijual. Berikut adalah jawaban mengapa desain produk terdahulu perlu dibuat pada tahap perencanaan produksi.
Produk yang baru diluncurkan bisa jadi produk yang benar-benar baru atau pengembangan dari produk sebelumnya yang sudah ada. Produk baru yang merupakan pengembangan, biasanya didapat dari masukan konsumen tentang penggunaan produk yang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Desain Produk Terdahulu Perlu Dibuat pada Tahap Perencanaan Produksi
Pengertian desain produk adalah kegiatan merancang suatu benda yang akan diolah dan diproduksi menjadi benda yang tidak saja estetis, namun juga fungsional, ergonomis, sehingga menjadi lebih bernilai dan bermanfaat bagi penggunanya.
Desain produk harus mampu memahami kebiasaan, keinginan, dan kebutuhan konsumennya. Desain produk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang.
Desain produk sangat berperan dalam pengembangan usaha. Setelah produk diluncurkan, akan terus dilakukan evaluasi apakah produk masih bisa bersaing dan menjawab kebutuhan masyarakat sesuai kondisi saat ini.
Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Teknik Komputer Jaringan (2021:11),
"Tahap perencanaan produksi adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk dikenalkan ke pasar. Selain itu, perusahaan harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal di pasaran".
Berikut adalah tahap yang dilakukan dalam desain produk sebelum siap untuk dipasarkan,
Riset User atau Pengguna. Sebelum melakukan desain produk, umumnya diawali dengan masukan, kritik, dan saran yang diterima dari konsumen sebagai pengguna produk. Dari sini, Tim Riset dan Pengembangan produk akan mampu memahami aspirasi dan tujuan produk yang diharapkan pengguna.
Prototype dan Desain. Setelah merumuskan masalah, hasil keputusan akan dibuat dalam bentuk prototype desain. Pada tahap ini desain produk terdahulu juga dibuat untuk membandingkan keunggulan dan kelemahannya. Kemudian prototype akan diuji secara visual dan interaktif dengan tetap mengikuti ketentuan desain dari perusahaan.
Uji Produk. Produk akan diujikan lebih dulu kepada penggunanya melalui sampel, free review, testing, atau survei.
Desain Produk Lanjutan. Dengan mempelajari feedback dari pengguna, akan dibuat desain produk lanjutan untuk menyempurnakan dan memastikan produk telah sesuai dengan keinginan masyarakat.
Launching dan Monitoring. Setelah desain produk selesai, akan dibuat blueprint sesuai desain untuk melakukan produksi. Setelah produk diluncurkan, dilakukan monitoring untuk memantau produk di pasaran.
Alasan mengapa desain produk terdahulu perlu dibuat pada tahap perencanaan produksi adalah untuk meminimalisir resiko kegagalan produk setelah diluncurkan.(DK)
