Mengapa Kita Tetap Bisa Melihat Ketika Malam Hari? Ini Jawaban Ilmiahnya

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa kita tetap bisa melihat ketika malam hari menjadi pertanyaan umum yang muncul di pikiran anak-anak bahkan orang dewasa.
Topik ini sangat menarik karena membahas kemampuan mata dalam menyesuaikan diri dengan kondisi cahaya yang minim pada malam hari.
Menurut situs rri.co.id, langit gelap di malam hari membantu tubuh dan pikiran lebih rileks, mengurangi stres, dan memperbaiki suasana hati. Banyak orang merasa damai saat menikmati langit malam penuh bintang.
Mengapa Kita Tetap Bisa Melihat Ketika Malam Hari?
Mengapa kita tetap bisa melihat ketika malam hari? Mengutip dari situs my.clevelandclinic.org, kemampuan manusia untuk tetap bisa melihat di malam hari adalah hasil adaptasi biologis dari anatomi dan fisiologi mata manusia.
Meskipun cahaya yang tersedia pada malam hari jauh lebih sedikit dibandingkan siang, mata manusia memiliki sel khusus bernama rod (batang) di retina yang sangat sensitif terhadap cahaya redup.
Rod berjumlah lebih dari 100 juta pada masing-masing mata, jauh lebih banyak daripada cone (kerucut) yang bertugas menangkap cahaya terang dan warna.
Rod dapat menangkap cahaya meski jumlahnya sangat minim, namun hanya menghasilkan penglihatan hitam-putih dan kurang tajam dibandingkan penglihatan pada siang hari.
Proses melihat di malam hari juga melibatkan perubahan ukuran pupil, yaitu bagian tengah mata yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Ketika kondisi gelap, pupil secara otomatis membesar untuk mengizinkan lebih banyak cahaya mencapai retina.
Adaptasi fisik ini, bersama kepekaan tinggi rod, membuat manusia tetap bisa melihat bentuk dan gerakan di lingkungan sekitar walaupun warna dan detail objek menjadi tidak jelas.
Selain itu, terdapat mekanisme kimiawi yang memungkinkan adaptasi terhadap gelap, dikenal sebagai dark adaptation.
Mekanisme ini melibatkan regenerasi molekul rodopsin di rod yang sebelumnya terurai akibat paparan cahaya terang.
Dalam proses ini, sensitivitas rod terhadap cahaya meningkat seiring waktu di kegelapan, sehingga kemampuan melihat dalam remang-remang bertambah bertahap. Adaptasi penuh pada manusia biasanya memerlukan sekitar 20-45 menit setelah dari terang ke gelap.
Walaupun penglihatan malam manusia tidak sebaik hewan nokturnal seperti kucing atau burung hantu yang memiliki mekanisme ekstra seperti tapetum lucidum, manusia tetap dapat beraktivitas pada malam hari.
Hal ini berkat kombinasi anatomi pupil, sensitivitas sel batang, dan adaptasi kimiawi yang memungkinkan melihat dalam cahaya terbatas. Itulah sebabnya manusia masih bisa berjalan, mengenali obyek, atau membaca suasana sekitar dalam kondisi gelap.
Itulah penjelasan mengenai mengapa kita tetap bisa melihat ketika malam hari. (Fikah)
Baca juga: 8 Bagian Mata dan Fungsinya dalam Materi Kelas 5 SD
