Mengenal 5 Teknik Dasar Pencak Silat, Olahraga Bela Diri Asal Indonesia

·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencak Silat adalah olahraga bela diri asli Indonesia yang telah berkembang dari generasi ke generasi. UNESCO menetapkan pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Dilansir dari website kwriu.kemdikbud.go.id, tradisi Pencak Silat berawal dari Sumatera Barat dan Jawa Barat lalu berkembang ke seluruh wilayah Indonesia dengan masing-masing keunikan gerakan dan musik yang mengiringinya. Tradisi pencak Silat memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda, yaitu tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual, festival; kerajinan tradisional, pengetahuan, praktik sosial serta kearifan lokal.
Induk organisasi Pencak Silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Pada Asian Games 2018 lalu di Indonesia, tuan rumah Indonesia berhasil memenangkan 14 medali emas untuk cabang olahraga pencak silat.
Definisi Pencak Silat
Definisi Pencak Silat yang pernah dibuat IPSI berdasarkan buku Pencak Silat oleh Anung Hendar Isnanto (2019: Hlm 6), pencak adalah gerak bela-serang , yang teratur menurut sistem, waktu, tempat, dan iklim dengan selalu menjaga kehormatan masing-masing secara ksatria tidak mau melukai perasaan. Jadi pencak lebih menunjuk pada segi lahiriah. Silat adalah gerak bela-serang yang erat hubungannya dengan rohani sehingga menghidup suburkan naluri, menggerakan hati nurani manusia, langsung menyerah pada Tuhan Yang Maha Esa.
Selanjutnya kita akan mengenal teknik dasar Pencak Silat, simak pemaparan berikut ini
Teknik dan Sikap Dasar Pencak Silat
Sikap Dasar Pencak Silat
Dalam teknik pencak silat, ada teknik yang berkaitan dengan sikap. Para petarung berlatih sika-sikap berikut ini karena akan sangat berguna ketika berhadapan dengan lawan dan supaya mampu menyesuaikan dengan situasi maupun gerakan-gerakan sebelumnya. Berikut ini adalah sikap dasar dan teknik dasar Pencak SIlat berdasarkan buku Pencak Silat oleh Anung Hendar Isnanto (2019: Hlm 17-60).
1. Sikap Berdiri
Sikap salam dan berdoa dilakukan stiap memulai dan mengakhiri pembelajaran atau pertandingan. Tujuannya untuk memohon keselamatan kepada Tuhan
Sikap kangkang merupakan sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda
Sikap kuda-kuda merupakan persiapan untuk melakukan serangan dan belaan
Sikap Lainnya antara lain sikap berbaring, sikap miring, sikap telentang, sikap telungkup, sikap duduk, sikap sempok, sikap simpuh, sikap sila, sikap jongkok, dan sikap jengkeng
2. Sikap Pasang
Sikap pasang adalah sikap siaga seorang pesilat untuk melakukan bela serang berpola yang dilakukan pada awal atau akhir rangkaian kegiatan. Sikap pasang merupakan kombinasi sikap kaki dan tangan dengan posisi kuda-kuda atau tanpa kuda-kuda yang diikuti dengan kesiagaan mental dan indera secara total.
Dilihat dari penggunaannya, sikap padang terdiri atas berikut:
Sikap pasang terbuka: sikap pasang dengan tangan, dada, lengan tidak melindungi tubuh
Sikap pasang tertutup: sikap tangan dan lengan melindungi tubuh
Sikap pasang terbagi atas tiga bagian, yaitu sikap pasang atas, sikap pasang tengah, dan sikap pasang bawah
Cara melakukan sikap pasang adalah sebagai berikut:
Pasang satu: sikap posisi badan tegak dengan kedua tangan di samping dalam keadaan siap silat dan kedua kaki dibuka selebar bahu
Pasang dua: sikap badan tetap pada posisi tegak, kaki dibuka selebar bahu, kedua tangan mengepal dan sejajar dengan pinggang
Pasang tiga: sikap badan pada posisi tegak lurus, kaki dibuka selebar bahu, tangan diangkat sejajar mata, dan posisi silang dengan kepalan tangan terbuka
Pasang empat: yaitu kaki dibuka selebar bahu, tangan diangkat sejajar mata dan posisi silang dengan kepalan tangan terbuka dibuka lagi dan tangan sudah terkepal
3. Kuda-Kuda
Kudu-kuda adalah latihan dasar untuk memperkuat otot-otot kaki. Kuda-kuda adalah keadaan statis yang memperlihatkan kedua kaki yang digunakan sebagai pondasi berdirinya tubuh, di mana posisi bagian kaki menapak untuk memperkuat posisi tubuh. Latihan dasar kuda-kuda penting agar tidak mudah dijatuhkan lawan ketika memulai serangan menahan dorongan.
Macam-macam Kuda-Kuda
Kuda-Kuda Depan: Kuda-kuda depan dibentuk dengan posisi kaki di depan ditekuk dan kaki belakang lurus, telapak kaki belakang serong ke arah luar, berat badan ditumpukan pada kaki depan, badan tegap dan pandangan ke depan
Kuda-kuda Belakang: Berat badan kuda-kuda belakang dibentuk dengan bertumpu pada kaki belakang. Tumit yang dipakai sebagai tumpuan tegak dengan panggul, badan agak condong ke depan, kaki depan diinjit dengan, menapak dengantumit atau ujung kaki
Kuda-Kuda Tengah: Dibentuk dengan kedua kaki ditekuk dengan titik berat badan berada di tengah
Kuda-Kuda Samping: Kuda-kuda ini dilakukan dengan cara 1 kaki ditekuk dan kaki yang lain lurus ke samping, berat badan pada kaki yang ditekuk, bahu sejajar atau segaris dengan kaki
Kuda-Kuda Silang Depan: Kuda-kuda silang dibentuk dengan menginjakkan 1 kaki ke depan atau ke belakang kaki yang lain, berat badan ditumpukan pada 1 kaki, kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu jari atau ujung jari kaki
Kuda-Kuda Silang: kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang dengan keadaan menyilang dan kaki ditumpukan ke belakang, badan tetap lurus agar tidak jatuh saat melakukan gerakan
4. Teknik Dasar Menyerang
Serangan dengan tangan dibagi berdasarkan arahya yaitu arah depan, bawah, atas, dan samping. Serangan lengan atau tangan biasanya disertai dengan kuda-kuda depan dengan langkah depan atau serong
Serangan dengan tangan melalui depan: Serangan melalui depan terdiri atas tinju, dorong, sodok, bantingan totok dan bandul
Serangan dengan tangan melalui bawah: Serangan melalui bawah terdiri atas bandul/catok, sanggah dan colok/tusuk
Serangan dengan tangan melalui atas: Serangan melalui atas terdiri atas tumbuk, pedang, ketok, patuk, dan tebak
Serangan dengan tangan melalui samping: Serangan melalui samping terdiri atas pedang, tampar, bandul dan kepret
5. Teknik Dasar Belaan
Pembelaan merupakan prinsip utama dalam pencak silat, sehingga harus benar-benar dikuasai. Bentuk-bentuk pembelaan dasar antara lain dengan cara melakukan elakan dan tangkisan. Belaan merupakan usaha membela diri dari serangan lawan, secara teknis belaan dibedakan menjadi tiga, yaitu pembelaan dasar, lanjutan dan pembelaan taktik.
Dilihat dari benttuknya, belaan dasar dibedakan menjadi tiga yaitu hindaran, elakan dan tangkisan.
Teknik Dasar Tangkisan
Inti dari tangkisan adalah untuk melakukan penolakan atas serangan yang dilakukan oleh lawan sehingga tidak mengenai badan.
Tangkisan bisa dilakukan dari dalam, luar, atas atau bawah
Tangkisan dalam: tangkisan dari luar ke dalam sejajar dengan bahu
Tangkisan luar: tangkisan dari dalam ke luar sejajar dengan bahu, dengan mengambil bagian luar dari kaki atau tangan
Tangkisan atas: Tangkisan dari bawah ke atas untuk melindungi kepala dari serangan
Tangkisan bawah: tangkisan dari atas ke bawah
Elakan dan Hindaran
Hindaran
Hindaran adalah memindahkan anggota tubuh yang menjadi sasaran serangan lawan dengan cara melangkah. Dalam hindaran ada usaha pembelaan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan dengan melangkah atau memindahkan kaki.
Arah langkah yang dituju meliputi 8 penjuru mata angin yang dilakukan dengan cara
Hindar sisi: menghindar ke samping lawan
Hindar angkat kaki: menghindar dengan mengangkat kaki
Hindar kaki silang: menghindar dengan menyilangkan kaki
Elakan
Elakan adalah gerakan badan untuk mengelak atau menghindari serangan dari lawan, sedangkan kaku tetap di tempat.
Elakan terbagi menjadi empat macam elakan yaitu
Elakan atas: Dilakukan dengan cara melompat ke atas dengan ketinggian yang cukup aman dari serangan lawan berupa tendangan atau sapuan kaki. Dengan lompatan tersebut maka akan terhindar dari serangan kaki lawan
Elakan bawah: Ambil kuda-kuda kemudian lakukan elakan ka bawah dengan cara merendahkan badan dengan tangan dan kaki dalam kewaspadaan yang tinggi. Sat merundukkan badan, pesilat tetap dalam posisi antisipasi yang tinggi dan bergerak dengan cepat.
Elakan ke samping: dapat dilakukan dengan mengawali sikap kuda-kud. Keseimbangan badan dalam keadaan maksimal, lakukan gerakan miring ke samping kanan atau samping kiri, sehingga badan tidak terkena serangan dari lawan
Elakan putaran: memindahkan badan atau melangkahkan kaki ke belakang sehingga badan tidak terkena serangan.
Itulah pemaparan mengenai sikap dan teknik dasar pencak silat. Smeoga dapat menambah wawasan mengenai olahraga bela diri pencak silat.(IND)
