Konten dari Pengguna

Mengenal 6 Unsur yang Membentuk Sebuah Fabel

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi unsur yang membentuk sebuah fabel. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi unsur yang membentuk sebuah fabel. Sumber: Unsplash

Fabel merupakan salah satu karangan fiksi yang ditulis untuk menghibur para pembaca. Adapun ciri khas dari fabel ialah dimana tokoh atau karakter di dalam kisahnya dilakukan oleh para binatang yang dianggap mewakili karakter manusia, seperti dapat berbicara dan bertindak layaknya manusia. Selain berisi penggambaran karakter dari binatang, unsur yang membentuk sebuah fabel lainnya ialah keberadaan nilai moral atau amanat di setiap kisahnya.

Cerita fabel umumnya diperuntukan bagi anak-anak sebagai sumber hiburan ataupun sebagai media pembelajaran guna mengenal sifat-sifat manusia dalam kisah yang menarik. Meski banyak ditujukan bagi anak-anak, namun cerita fabel juga tak jarang disukai pula oleh orang dewasa karena dianggap menarik.

Ilustrasi unsur yang membentuk sebuah fabel dimana karakternya dipernakan oleh hewan. Sumber: Unsplash

6 Unsur yang Membentuk Cerita Fabel

Sama halnya dengan kisah fiksi lainnya, fabel juga memiliki struktur penulisan yang dimulai dari gambaran umum seperti pengenalan tokoh, kemudian munculnya masalah atau konflik, dan penyelesaiannya, barulah setelahnya terdapat pesan moral atau amanat yang coba disampaikan oleh penulis di bagian akhir cerita fabel tersebut.

Mengutip dari buku LIBAS AKM untuk SMP/MTs 2021: Latihan Soal dan Prediksi, Fitri Lianingsih (2020: 9), terdapat setidaknya 6 unsur yang membentuk sebuah fabel. Adapun unsur-unsur tersebut diantaranya sebagai berikut:

  1. Tema, yaitu gambaran keseluruhan dari pokok atau inti kisah fabel

  2. Alur, yaitu pola penggambaran cerita yang akan membentuk hubungan sebab akibat, bisa berupa alur maju, alur mundur, atau campuran

  3. Latar atau setting, yaitu penggambaran tempat, waktu, dan suasana di dalam cerita

  4. Penokohan, yaitu pemilihan tokoh berdasarkan gambaran fisik dan psikologisnya yang diperankan oleh binatang, misalnya seperti tokoh kancil yang dikenal cerdik dan gesit, dan lain sebagainya

  5. Sudut pandang, yaitu cara penceritaan yang digunakan oleh pengarang, biasanya berupa sudut pandang orang ketiga yang dicirikan dengan penggunaan kata ganti seperti mereka, ia, dia, dan –nya

  6. Amanat, yaitu pesan moral yang disampaikan oleh pengarang kepada para pembaca melalui ceritanya

Itulah beberapa unsur yang membentuk sebuah fabel. Secara umum unsur penyusun cerita fabel sama seperti bentuk karya fiksi lainnya, hanya saja yang membedakan fabel dengan fiksi lain ialah pemilihan tokohnya yang diperankan oleh binatang, misalnya seperti kisah Si Kancil. (HAI)