Konten dari Pengguna

Mengenal Fungsi dan Contoh SOP Perusahaan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://unsplash.com/@golfarisa - contoh sop
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@golfarisa - contoh sop

Contoh SOP perusahaan merupakan daftar yang berisikan berbagai panduan yang biasa diperlukan oleh para karyawan. Pembuatan SOP tentunya tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa unsur yang harus terdapat dalam sebuah SOP dan sering kita temukan.

Umumnya, dalam perusahaan, terdapat pula beberapa jenis contoh SOP perusahaan. Ada SOP jam kerja dan jam operasional, SOP dalam melayani konsumen, SOP jam lembur dan cuti kerja, SOP mutasi kerja, dan masih banyak lagi.

Berbagai contoh SOP perusahaan tersebut disusun dan dibuat sesuai dengan peraturan dan kebijakan dari masing-masing perusahaan, jadi wajar bila terdapat beberapa perbedaan antara perusahaan yang satu dengan lainnya.

https://www.pexels.com/id-id/@joshuamiranda

Contoh SOP Perusahaan

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN

TUJUAN

Memberi kepuasan pelanggan

Agar petugas dapat menanggapi keluhan pelanggan dengan baik

PROSEDUR PELAKSANAAN :

Customer service menerima kedatangan atau telepon dari pelanggan harus dengan ramah, sopan, tata bahasa yang baik dan senyum.

Catat nama pelanggan, nomor pengiriman pelanggan dan apa saja keluhan pelanggan

Customer service harus bisa memberi solusi cepat bila pelanggan mengeluhkan pelayanan yang diterima

Bila tidak bisa memberi solusi cepat, jangan tutup kontak dengan pelanggan, segera lakukan koordinasi dengan unit kerja terkait yang dikeluhkan pelanggan, lalu teruskan solusi tersebut ke pelanggan

Fungsi utama contoh SOP adalah sebagai pedoman untuk memudahkan pelaksanaan kerja. SOP yang berisi tahapan dan urutan suatu pekerjaan akan menuntun para karyawan dalam menyelesaikan tugasnya.

Dengan adanya SOP sebagai panduan hukum, kinerja pegawai bisa lebih terarah dan optimal. Karyawan akan tahu apa saja yang harus dikerjakan dan hal mana yang tidak boleh dilakukan. Dengan demikian, tujuan organisasi atau perusahaan bisa lebih mudah tercapai.

Selain itu, hal-hal yang terjadi di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) akan dinilai sebagai suatu kesalahan atau pelanggaran. Dan bila pada pelaksanaannya, terjadi suatu kesalahan padahal karyawan sudah melakukan pekerjaan sesuai SOP maka itu akan menjadi pertimbangan hukum tertentu yang meringankan. (DNR)