Mengenal Gaudium Et Spes dalam Agama Katolik

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Katolik, dikenal Gaudium et Spes, yaitu dokumen konstitusi Pastoral tentang gereja di dewasa ini. Adapun kata tersebut diambil dari kata gaudere (bergembira) atau gaudium (kegembiraan); et (kata sambung yang artinya dan); sperar (berharap) atau spes (harapan) dalam bahasa Latin, yang apabila digabungkan dapat diartikan sebagai kegembiraan dan harapan.
Dikutip dari buku Pendidikan Agama Katolik: Dewasa dalam Komunikasi Iman yang ditulis oleh Stanis Suliangto & A. Sugeng Agus Priyono, kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga.
Gereja merupakan suatu persekutuan yang terdiri dari orang-orang yang dipersatukan dalam Kristus dan dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan menuju Kerajaan Bapa. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai Gaudium et Spes dalam agama Katolik.
Mengenal Gaudium Et Spes dalam Agama Katolik
Dikutip dari buku Ensiklopedi Gereja (2005), pengertian konstitusi dapat diartikan sebagai dokumen kepausan untuk mengumumkan hukum atau hal-hal kepausan penting lainnya; dokumen resmi yang dikeluarkan Konsili Ekumenis dalam bidang ajaran pastoral atau kehidupan gerejani; serta peraturan dasar untuk pengarahan hidup serta karya para anggota lembaga hidup bakti atau serikat hidup kerasulan. Sebagai sebuah konstitusi Pastoral, Gaudium et Spes terdiri dari dua bagian besar, selain pendahuluan dan penutup.
Dalam bagian pendahuluan disebutkan bahwa tujuan pokok konstitusi adalah mengarahkan pembicaraan kepada semua orang, dalam keinginan untuk menjelaskan kepada semua saja, sebagaimana gereja memahami kehadirannya dan usahanya dalam dunia dewasa ini.
Selain itu, ditegaskan pula bahwa gereja tidak terdorong oleh ambisi dunia manapun, tetapi hanya mempunyai satu maksud, yaitu: di bawah bimbingan Roh Kudus, gereja bersama seluruh pemimpinnya, melanjutkan karya Kristus sendiri yang datang ke dunia untuk memberikan kesaksian kebenaran, untuk menyelamatkan dan bukan untuk menghakimi, melayani, dan bukan untuk dilayani.
Secara rinci, pendahuluan terdiri dari 1–10 artikel yang menguraikan tentang:
Hubungan erat antara gereja dan segenap keluarga bangsa-bangsa
Kepada siapa amanat konsili ditujukan
Pengabdian kepada manusia, penjelasan pendahuluan: kenyataan manusia di dunia masa kini
Harapan dan kegelisahan
Perubahan situasi yang mendalam
Perubahan-perubahan dalam tata masyarakat
Perubahan-perubahan psikologis, moral, dan keagamaan
Berbagi ketidakseimbangan dalam dunia sekarang
Aspirasi-aspirasi umat manusia yang makin universal
Pertanyaan-pertanyaan mendalam umat manusia
Semoga bermanfaat! (CHL)
