Konten dari Pengguna

Mengenal Gaudium Et Spes dalam Agama Katolik

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gaudi Et Spes. (Foto: voltamax by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gaudi Et Spes. (Foto: voltamax by https://pixabay.com)

Dalam agama Katolik, dikenal Gaudium et Spes, yaitu dokumen konstitusi Pastoral tentang gereja di dewasa ini. Adapun kata tersebut diambil dari kata gaudere (bergembira) atau gaudium (kegembiraan); et (kata sambung yang artinya dan); sperar (berharap) atau spes (harapan) dalam bahasa Latin, yang apabila digabungkan dapat diartikan sebagai kegembiraan dan harapan.

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Katolik: Dewasa dalam Komunikasi Iman yang ditulis oleh Stanis Suliangto & A. Sugeng Agus Priyono, kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga.

Gereja merupakan suatu persekutuan yang terdiri dari orang-orang yang dipersatukan dalam Kristus dan dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan menuju Kerajaan Bapa. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai Gaudium et Spes dalam agama Katolik.

Mengenal Gaudium Et Spes dalam Agama Katolik

Ilustrasi Gaudi Et Spes. (Foto: Pexels by https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Ensiklopedi Gereja (2005), pengertian konstitusi dapat diartikan sebagai dokumen kepausan untuk mengumumkan hukum atau hal-hal kepausan penting lainnya; dokumen resmi yang dikeluarkan Konsili Ekumenis dalam bidang ajaran pastoral atau kehidupan gerejani; serta peraturan dasar untuk pengarahan hidup serta karya para anggota lembaga hidup bakti atau serikat hidup kerasulan. Sebagai sebuah konstitusi Pastoral, Gaudium et Spes terdiri dari dua bagian besar, selain pendahuluan dan penutup.

Dalam bagian pendahuluan disebutkan bahwa tujuan pokok konstitusi adalah mengarahkan pembicaraan kepada semua orang, dalam keinginan untuk menjelaskan kepada semua saja, sebagaimana gereja memahami kehadirannya dan usahanya dalam dunia dewasa ini.

Selain itu, ditegaskan pula bahwa gereja tidak terdorong oleh ambisi dunia manapun, tetapi hanya mempunyai satu maksud, yaitu: di bawah bimbingan Roh Kudus, gereja bersama seluruh pemimpinnya, melanjutkan karya Kristus sendiri yang datang ke dunia untuk memberikan kesaksian kebenaran, untuk menyelamatkan dan bukan untuk menghakimi, melayani, dan bukan untuk dilayani.

Secara rinci, pendahuluan terdiri dari 1–10 artikel yang menguraikan tentang:

  1. Hubungan erat antara gereja dan segenap keluarga bangsa-bangsa

  2. Kepada siapa amanat konsili ditujukan

  3. Pengabdian kepada manusia, penjelasan pendahuluan: kenyataan manusia di dunia masa kini

  4. Harapan dan kegelisahan

  5. Perubahan situasi yang mendalam

  6. Perubahan-perubahan dalam tata masyarakat

  7. Perubahan-perubahan psikologis, moral, dan keagamaan

  8. Berbagi ketidakseimbangan dalam dunia sekarang

  9. Aspirasi-aspirasi umat manusia yang makin universal

  10. Pertanyaan-pertanyaan mendalam umat manusia

Semoga bermanfaat! (CHL)