Konten dari Pengguna

Mengenal Hukum-Hukum Dasar Kimia

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hukum-Hukum Dasar Kimia. Sumber: Unsplash/Vedrana Filipovic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hukum-Hukum Dasar Kimia. Sumber: Unsplash/Vedrana Filipovic

Hukum-hukum dasar Kimia didapatkan setelah para ilmuwan melakukan rangkaian percobaan. Hukum-hukum tersebut masih digunakan hingga saat ini. Dalam mempelajari Kimia, pelajar akan diberikan materi mengenai hukum-hukum Kimia.

Hukum Kimia harus diketahui agar mata pelajaran ini bisa dikuasai dengan baik. Oleh karena itu, materi ini sangat penting untuk dipelajari.

Hukum-Hukum Dasar Kimia

Ilustrasi Hukum-Hukum Dasar Kimia. Sumber: Unsplash/Chromatograph

Dikutip dari Belajar Kimia secara Menarik untuk SMA/MA Kelas X, Salirawati, dkk (2007), hukum-hukum dasar Kimia berlaku untuk berbagai reaksi kimia dan pembentukan suatu senyawa. Terdapat beberapa hukum dasar Kimia sebagai berikut.

1. Hukum Kekekalan Massa

Antoine Lavoisier, ilmuwan berkebangsaan Prancis, melakukan pengukuran secara teliti pada reaksi pembakaran tertutup. Dari percobaan yang dilakukannya tersebut, didapatkan hasil bahwa tidak ada perubahan massa sebelum dan sesudah reaksi.

Percobaan tersebut juga membuat Lavoisier mencetuskan hukum kekekalan massa yang berbunyi sebagai berikut.

"Di dalam suatu sistem tertutup, massa zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi."

2. Hukum Perbandingan Tetap

Seorang ahli Kimia yang juga berkebangsaan Prancis, Joseph Proust, menunjukkan bahwa senyawa tembaga karbonat selalu memiliki komposisi yang sama, tidak bergantung pada cara dibuatnya. Berikut adalah bunyi hukum perbandingan tetap.

“Perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun molekul suatu senyawa selalu tetap.”

Menurut hukum Proust ini, molekul air tersusun dari atom-atom hidrogen dan oksigen dengan perbandingan massa hidrogen dan oksigen selalu tetap, yakni 1:8.

3. Hukum Perbandingan Berganda

Pada awal abad ke-19, seorang ilmuwan asal Inggris bernama John Dalton menemukan bahwa ada dua jenis senyawa yang dibentuk oleh unsur karbon dan oksigen. Dari penemuan tersebut, Dalton dapat menyimpulkan hukum perbandingan berganda yang berbunyi sebagai berikut.

“Jika dua buah unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka massa salah satu unsur yang bersenyawa dengan unsur satunya lagi yang sama massanya akan berbanding sebagai bilangan yang bulat dan sederhana.”

4. Hukum Perbandingan Volume

Seorang ahli Kimia asal Prancis bernama Joseph Gay-Lussac melakukan sejumlah percobaan dengan gas. Dari percobaan tersebut, beliau dapat menyimpulkan hukum perbandingan volume berikut.

“Volume gas-gas yang bereaksi dan gas-gas hasil reaksi, bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan yang bulat dan sederhana.”

5. Hukum Avogadro

Penemuan Gay-Lussac memberikan inspirasi pada Amedeo Avogadro, ahli Kimia dari Italia. Avogadro melanjutkan rumusan hukum Gay-Lussac sehingga beliau mendapatkan kesimpulan sebagai berikut.

“Pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama, akibat nya gas-gas yang bervolume sama akan memiliki jumlah mol yang sama pula.”

Baca juga: Contoh Soal Hukum Avogadro dan Pembahasannya

Jadi, ada lima hukum-hukum dasar Kimia yang wajib dipelajari agar bisa menguasai pelajaran Kimia. (KRIS)