Konten dari Pengguna

Mengenal Istilah Toleransi dalam Islam dan Penjelasannya

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi toleransi umat beragama. Foto: freepik.com/pikisuperstar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi toleransi umat beragama. Foto: freepik.com/pikisuperstar

Akhir-akhir ini sedang ramai dibincangkan tentang betapa pentingnya toleransi. Toleransi perlu dihadirkan pada setiap individu maupun kelompok, sehingga tercipta perdamaian, terutama dalam kehidupan beragama. Agama Islam juga mengajarkan umatnya untuk saling bertoleransi, bahkan ada istilah khusus terhadap toleransi atar agama. Istilah toleransi dalam Islam disebut juga sebagai tasamuh.

Tasamuh atau tasahul memiliki arti kemudahan, sehingga dengan adanya toleransi dalam agama Islam memberikan kemudahan bagi siapapun untuk menjalankan keyakinannya tanpa tekanan dari pihak lain.

Toleransi dalam Islam

Dikutip dari buku Toleransi Beragama karya Dwi Ananta Devi (2020), secara bahasa, toleransi berasal dari bahasa Inggris yang berarti batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan. Sementara secara istilah, toleransi adalah sifat atau sikap menghargai, membiarkan, atau memperbolehkan pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, dan lainnya) yang berbeda atau yang betentangan dengan pendiriannya.

Sehingga sikap toleransi dalam beragama adalah sikap sabar dan menahan diri untuk tidak mengganggu dan tidak melecehkan agama atau sistem keyakinan dan ibadah penganut agama lain.

Ilustrasi toleransi antar umat beragama. Foto: freepik.com/pikisuperstar

Dalam Al-Quran juga menjelaskan perintah untuk bertoleransi kepada orang yang memiliki perbedaan keyakinan. Allah berfirman dalam Surat Al Mumtahanah ayat 8 dan 9.

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ ٨ اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ٩

Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Dari ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT tidak melarang umat Islam berbuat baik kepada orang non-Muslim yang tidak memerangi meraka. Hendaklah manusia berbuat baik dan adil, karena Allah menyukai orang yang berbuat adil. Dengan demikian toleransi sangatlah ditekankan dalam agama Islam,

Toleransi antar agama adalah hal yang sangatlah penting, terutama di Indonesia yang penduduknya memiliki berbagai keyakinan. Dengan adanya toleransi, kehidupan akan semaik rukun dan erat. (MZM)