Konten dari Pengguna

Mengenal Jenis-Jenis Penekanan Desain Grafis

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis-Jenis Penekanan Desain Grafis. Sumber: Unsplash/Emily Bernal
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis-Jenis Penekanan Desain Grafis. Sumber: Unsplash/Emily Bernal

Desain grafis memiliki sejumlah prinsip dasar yang harus diketahui. Salah satu prinsip dasar tersebut adalah penekanan. Agar semakin menguasai materi ini, jenis-jenis penekanan desain grafis dapat dipelajari.

Selain penekanan, pelajari juga prinsip-prinsip dasar lainnya. Dengan demikian, materi ini dapat dikuasai secara sempurna.

Jenis-Jenis Penekanan Desain Grafis

Ilustrasi Jenis-Jenis Penekanan Desain Grafis. Sumber: Unsplash/Theme Photos

Dikutip dari Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual (DKV), Mamis, dkk (2023:38), penekanan merupakan cara untuk menentukan bagian apa yang menjadi prioritas dalam desain yang dibuat. Umumnya, bagian ini merupakan informasi atau kesan yang ingin disampaikan ke audiens.

Ada jenis-jenis penekanan desain grafis yang wajib diketahui. Berikut adalah penjelasannya.

1. Hierarki

Hierarki ditentukan berdasarkan urutan atau susunan.

2. Skala dan Proporsi

Skala dan proporsi menonjolkan informasi utama dengan ukuran font lebih besar atau menggunakan space desain lebih banyak.

3. Kontras

Kontras adalah menempatkan dua unsur desain yang saling bertentangan satu sama lain di dalam frame desain yang sama.

Prinsip Dasar Desain Grafis

Ilustrasi Jenis-Jenis Penekanan Desain Grafis. Sumber: Unsplash/Kerde Severin

Seperti yang sudah disebutkan, ada beberapa prinsip dasar desain grafis selain penekanan sebagai berikut.

1. Kesatuan

Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar desain grafis yang paling penting. Kesatuan wajib ada dalam karya desain. Jika kesatuan tidak ada, karya tersebut akan terlihat berantakan dan tidak enak dilihat.

2. Keseimbangan

Secara visual, keseimbangan artinya kondisi yang sama secara horizontal (kanan-kiri) dan vertikal (atas-bawah). Keseimbangan dibagi menjadi menjadi beberapa macam seperti:

  • Keseimbangan simetris: Susunan elemen yang membuat rata sisi atas ke bawah atau kanan ke kiri.

  • Keseimbangan asimetris: Pengaturan komposisi di setiap sisi halaman.

3. Proporsi

Proporsi juga merupakan prinsip desain yang harus dipenuhi. Proporsi adalah perbandingan ukuran yang berfungsi untuk membandingkan panjang dan lebar di antara gambar dengan bidang gambar.

4. Irama

Prinsip irama merupakan suatu pola pengulangan yang dilakukan secara teratur dan dibuat dengan unsur-unsur berbeda.

5. Kontras

Kontras dapat menjadi visualisasi yang paling menarik perhatian audiens pada suatu karya. Kontras merupakan sesuatu yang berbeda seperti perbedaan ukuran, warna, bentuk, dan lainnya.

6. Harmoni

Prinsip desain selanjutnya adalah harmoni atau keserasian. Prinsip ini berfungsi sebagai suatu pengaman supaya desain tidak terlalu ramai.

Baca juga: Jenis-Jenis Huruf yang Sering Digunakan dalam Desain Grafis

Penjelasan tentang jenis-jenis penekanan desain grafis dan prinsip-prinsip dasar lainnya tersebut bisa dijadikan materi belajar tambahan supaya lebih memahami materi ini. (KRIS)