Konten dari Pengguna

Mengenal Lebih Dekat Mobil Tanpa Sopir sebagai Teknologi Masa Depan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mobil tanpa sopir. Foto: Unsplash/Roberto Nickson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mobil tanpa sopir. Foto: Unsplash/Roberto Nickson

Zaman yang serba canggih membuat banyak hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia bisa dilakukan teknologi. Salah satu teknologi terkini adalah mobil tanpa sopir.

Dengan adanya teknologi ini, manusia tidak perlu repot-repot lagi menyetir. Hal ini karena mobil dapat bergerak sendiri sesuai dengan keinginan. Tak mengherankan jika fitur ini akan menjadi teknologi mobil di masa depan.

Pengertian Mobil Tanpa Sopir

Ilustrasi pengertian mobil tanpa sopir. Foto: Unsplash/ThisisEngineering RAEng

Menurut R. Run and G. Sun dalam The Cost-Effective GPS Guided Autonomous Vehicle - a Feasibility Study Based on Self-balancing Scooter (2017), self-driving car atau mobil tanpa sopir adalah kendaraan yang dapat bergerak dan mengenali benda-benda di sekitarnya tanpa kendali manusia.

Kendaraan ini menggunakan berbagai sensor seperti radar, light detection and range (LiDAR), global positioning system (GPS), odometri, dan kamera untuk mendeteksi objek di sekitarnya.

Sensor menghasilkan informasi tentang hal-hal yang akan diproses oleh sistem kontrol di mobil self-driving untuk mengidentifikasi model jalur navigasi dan rintangan.

The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau badan keselamatan jalan raya di Amerika Serikat mengklasifikasikan otomatisasi kendaraan di jalan raya menjadi 5 tingkatan, yakni:

Level 0 (Tanpa Kendali Otomatis)

Pengemudi mengendalikan seluruh sistem kemudi utama secara manual seperti pengereman, kendali kemudi, dan kendali kecepatan sepanjang waktu, dan juga bertanggung jawab penuh mengamati keadaan jalan untuk keselamatan perjalanan.

Level 1 (Otomatisasi pada Fungsi yang Khusus)

Otomatisasi pada tahap ini menyangkut satu atau beberapa fungsi kontrol yang khusus.

Pada tahap ini, pengemudi tetap memegang kendali penuh untuk proses mengemudi yang aman, tapi dapat juga mengaktifkan otomatisasi pada beberapa fungsi kendali tertentu seperti sistem pengereman dinamis pada saat keadaan darurat.

Level 2 (Penggabungan Fungsi Otomatis)

Pada tahapan ini, otomatisasi mampu mengendalikan setidaknya dua buah sistem pengendali yang didesain untuk bekerja bersama-sama, untuk membantu pengemudi mengendalikan sistem kemudi tersebut.

Level 3 (Otomatisasi Kemudi Terbatas)

Otomatisasi kendaraan pada tahap ini adalah pengemudi secara sempurna mengontrol secara otomatis dalam keadaan lalu lintas tertentu atau keadaan lingkungan tertentu.

Pengemudi pada level ini masih sesekali dapat mengendalikan kendaraan secara manual dengan waktu peralihan ke mode otomatis cukup cepat sehingga tidak mengganggu kenyamanan.

Level 4 (Otomatisasi Kemudi Penuh)

Kendaraan di tahap ini didesain untuk menunjukkan seluruh fungsi pengendali otomatisasi dan pengamatan kondisi jalan raya selama perjalanan. Desain kendaraan ini dapat melakukan kerja secara otomatis ketika pengemudi telah menetapkan tempat tujuan.

Level 5 (Otomatisasi Penuh)

Kendaraan di level ini bertindak sebagai sopir virtual dan melakukan semua proses mengemudi dalam segala situasi. Manusia di dalam mobil hanya sebagai penumpang dan tidak mengemudikan mobil sama sekali.

Cara Kerja Mobil Tanpa Sopir

Ilustrasi cara kerja mobil tanpa sopir. Foto: Unsplash/Brock Wegner

Setelah mengetahui apa yang disebut dengan mobil tanpa sopir, sebenarnya bagaimana mobil ini bekerja?

  1. Pengemudi (atau penumpang) menetapkan tujuan. Perangkat lunak dalam mobil menghitung rute.

  2. Sensor LiDAR yang berputar di atap memantau jarak beberapa meter di sekitar mobil dan membuat peta tiga dimensi (3D) dinamis dari lingkungan mobil secara real-time.

  3. Sebuah sensor di roda belakang kiri memantau gerakan menyamping untuk mendeteksi posisi mobil relatif terhadap peta 3D.

  4. Sistem radar di bumper depan dan belakang mobil menghitung jarak ke sekitarnya.

  5. Perangkat lunak AI di dalam mobil terhubung ke semua sensor dan mengumpulkan input dan kamera video di dalam mobil.

  6. AI mensimulasikan proses persepsi dan pengambilan keputusan manusia menggunakan pembelajaran mendalam dan tindakan kontrol pengemudi, mulai dari kemudi, gas, dan rem.

  7. Perangkat lunak mobil berkonsultasi dengan aplikasi peta untuk pemberitahuan sebelumnya tentang hal-hal seperti rambu lalu lintas dan lampu.

Baca Juga: Sejarah Mobil, dari Roda Tiga sampai Menyetir Tanpa Manusia

Adanya teknologi mobil tanpa sopir memudahkan manusia dalam bepergian. Meski demikian, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan. Sehingga di masa depan teknologi ini dapat digunakan dengan aman.(MZM)