Mengenal Muara sebagai Tempat Berakhirnya Aliran Sungai di Laut

Konten dari Pengguna
17 Januari 2022 18:15
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Muara sebagai Tempat Berakhirnya Aliran Sungai di Laut (3485)
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@rfhd - tempat berakhirnya aliran sungai di laut
ADVERTISEMENT
Tempat berakhirnya aliran sungai di laut adalah disebut dengan muara atau hilir sungai. Biasanya lokasi ini identik dengan bentuk tapal kuda.
ADVERTISEMENT
Di Indonesia, yang terdapat banyak sekali sungai dan laut, secara otomatis ada banyak juga muara yang bisa kita temukan.

Mengenal Muara sebagai Tempat Berakhirnya Aliran Sungai di Laut

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti muara adalah tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau sungai lain; sungai yang dekat dengan laut;
Muara atau hilir sebenarnya tidak hanya mempertemukan antara sungai dengan laut namun juga mempertemukan antara sungai dengan bentukan lahan lain seperti danau, waduk, atau bahkan ketika air sungai itu bertemu dengan sungai yang lebih besar lagi disebut juga dengan muara sungai.
Di Indonesia, ada banyak sekali sungai-sungai besar seperti sungai Serayu di Jawa Tengah, Sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Sungai Kapuas di Kalimantan Barat dan masih banyak lagi yang di mana sungai itu merupakan sungai yang besar. Sungai yang besar ini berasal dari sungai-sungai yang lebih kecil yang menyatu yang kemudian bermuara di laut.
Mengenal Muara sebagai Tempat Berakhirnya Aliran Sungai di Laut (3486)
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/@rfhd
Ciri-ciri bagian muara atau hilir sungai yakni:
ADVERTISEMENT
  • Arus tenang dan lambat
  • Badan sungai terdiri dari lumpur dan pasir halus
  • Pengikisan atau erosi melebar ke dinding sungai
  • Banyak pengendapan
  • Muara terkadang membentuk delta atau tanah datar hasil pengendapan dan sungai mati (oxbow lake)
Karena cocok sebagai tempat permukiman, lingkungan muara sungai populer sebagai tempat tinggal manusia. Dari 32 kota terbesar di dunia, 22 di antaranya terletak di Muara. Padahal sebagai ekosistem, banyak muara-muara sungai yang lingkungannya terancam oleh aktivitas manusia seperti polusi dan penangkapan ikan secara berlebihan.
Permasalahan di muara sungai yang paling sering ditemui adalah terdapatnya hasil pengangkutan atau erosi yakni berupa endapan atau sedimentasi.
Kebanyakan muara sungai ke laut membentuk estuari; namun tidak demikian jika bermuara ke danau, waduk, atau ke sungai yang lebih besar.
ADVERTISEMENT
Estuari merupakan suatu mintakat peralihan (zona transisi) antara lingkungan sungai dengan lingkungan laut, dan dengan demikian, dipengaruhi baik oleh karakter sungai yang membentuknya (misalnya banyaknya air tawar dan sedimentasi yang dibawanya), maupun oleh karakter lautan di sisi yang lain (misalnya pasang surut, pola gelombang, kadar garam, serta arus laut).
Masuknya baik air tawar maupun air laut ke estuari merupakan faktor yang meningkatkan kesuburan perairan, dan menjadikan estuari sebagai salah satu habitat alami yang paling produktif di dunia. (DNR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020