Konten dari Pengguna

Mengenal Ogoh-Ogoh sebagai Salah Satu Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi artikel Mengenal Ogoh-Ogoh sebagai Salah Satu Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi. Sumber: Unsplash.com/Jeremy Bishop
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Mengenal Ogoh-Ogoh sebagai Salah Satu Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi. Sumber: Unsplash.com/Jeremy Bishop

Ogoh-ogoh adalah tradisi yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi. Menjelang Hari Raya Nyepi, kita sering melihat pawai Ogoh-ogoh. Apa itu Ogoh-ogoh? Dalam artikel berikut ini kita akan mengenal tradisi Ogoh-ogoh dalam perayaan Hari Raya Nyepi. Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.

Ilustrasi artikel Mengenal Ogoh-Ogoh sebagai Salah Satu Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi. Sumber: Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi artikel Mengenal Ogoh-Ogoh sebagai Salah Satu Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi. Sumber: Kumparan

Mengenal Ogoh-Ogoh

Menurut Ensiklopedia Indonesia CD-Interaktif Anak oleh Ali Zain (2020), Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kerpibadian Bhuta Kala.

Ogoh-ogoh sendiri diambil dari sebutan ogah-ogah dari Bahasa Bali yang berarti sesuatu yang digoyang-goyangkan. Pada tahun 1983 merupakan bagian penting dalam sejarah Ogoh-ogoh di Bali, pada tahun itu mulai dibuat wujud-wujud Bhuta Kala berkenaan dengan ritual Nyepi di Bali.

Menurut situs resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng, prokomsetda.bulelengkab.go.id, Cendekiawan Hindu Dharma menyimpulkan bahwa proses perayaan Ogoh-Ogoh melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta, dan waktu yang maha dahsyat.

Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung atau kekuatan alam raya dan kekuatan Bhuana Alit yang berarti kekuatan dalam diri manusia. Kedua kekuatan itu dapat digunakan untuk menghancurkan atau membuat dunia semakin indah.

Ritual Ngerupuk

Setelah menyimak penjelasan mengenai Ogoh-ogoh. Berikut ini kita akan menyimak penjelasan mengenai tradisi Nyepi, yaitu Ngerupuk.

Menurut buku 150++ Tradisi Hari Raya di Dunia oleh Redaksi Plus+ (2012: 101-104), berbagai tradisi unik mewarnai perayaan Hari Raya Nyepi yang berupa rangkaian ritual ke ritual. Salah satunya adalah tradisi Ngerupuk. Ngerupuk adalah ritual yang dilakukan setelah ritual Tawur Kesanga yang bermakna menetralkan alam semesta. Tujuan acara ini agar semua kekuatan dan pengaruh negatif Bhuta Kala bisa hilang. Ogoh-ogoh adalah simbol dari kejahatan dan kekuatan negatif. Ogoh-ogoh kemudian dibakar pada akhir ritual sebagai tanda hilangnya kejahatan dari lingkungan sekitar.

Ilustrasi artikel Mengenal Ogoh-Ogoh sebagai Salah Satu Tradisi Menjelang Hari Raya Nyepi. Sumber: Unsplash.com/Sebastian Pena Lambarri

Itulah penjelasan mengenai Ogoh-ogoh serta ritual Ngerupuk, yaitu salah satu tradisi yang diadakan dalam merayakan Hari Raya Nyepi di Bali. Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan anda mengenai tradisi perayaan Hari Raya Nyepi. (IND)