Mengenal Qalqalah Sughra dalam Ilmu Tajwid Alquran

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam membaca Alquran, umat Muslim tidak hanya bermodalkan lancar bahasa Arab, tetapi terdapat ilmu-ilmu yang menyertainya. Tujuan dari memahami ilmu-ilmu dalam membaca Alquran adalah agar semakin baik dalam membaca Alquran dan tidak mengubah maknanya. Salah satunya adalah ilmu tajwid.
Mempelajari ilmu tajwid hukumnya wajib, sebab dalam membaca Alquran haruslah diperindah. Seperti yang disebutkan sahabat nabi yang bernama Bu Lubababh Basyir bin ‘Abdul Mundzir radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca Al Qur’an, maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Abu Daud no. 1469 dan Ahmad no. 175)
Salah satu cabang ilmu tajwid yang sering ditemui dalam bacaan Alquran adalah qalqalah sughra. Apa itu qalqalah sughra?
Qalqalah Sughra dalam Ilmu Tajwid
Mengutip buku berjudul Pelajaran Ilmu Tajwid karya Rois Mahfud (2021: 1) secara bahasa, tajwid memiliki arti memperbaiki, sedangkan menurut istilah, memiliki arti mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya, serta memberi hak-haknya, seperti: jelas kuat dan lemah serta sifat-sifat huruf seperti: tebal, tipis, dan lain-lain.
Tujuan dari mempelajari ilmu tajwid adalah agar dapat membaca ayat-ayat Alquran secara benar (fasih) sesuai dengan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta dapat memelihara lisannya dari kesalahan-kesalahan ketika membaca Alquran.
Dalam memahami qalqalah sebagai ilmu tajwid, umat Muslim perlu mengetahui lima macam huruf yang diantaranya ba (ب), jim (ج), dal (د), ta (ط), dan qaf (ق).
Qalqalah dibagi menjadi dua macam, yakni qalqalah sughra dan qolqolah qubra. Qalqalah sughra atau kecil adalah bacaan qalqalah yang dibaca dengan mematikan sukun yang berada di tengah bacaan.
Contoh bacaan yang menggunakan qalqalah sughra yaitu:
فِىۡ جِيۡدِهَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ
Fii jiidiha hab lum mim-masad. (QS. Al Lahab: 5)
Huruf ba’ berharakat sukun pada kata ‘hab lum’ dibaca memantul.
لَمۡ يَلِدۡ ۙ وَلَمۡ يُوۡلَدۡ
Lam yalid wa lam yuulad. (QS. Al Ikhlas: 3)
Huruf dal berharakat sukun pada kata ‘yalid’ dibaca memantul.
اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ
Alam yaj'al kai dahum fii tad liil. (QS. Al Fiil: 2)
Huruf jim berharakat sukun pada kata ‘yaj’al’ dibaca memantul.
Qalqalah sughra adalah bacaan qalqalah yang dibaca dengan mematikan sukun yang berada di tengah bacaan sehingga dapat menyempurnakan dan memperbagus dalam membaca Alquran. Selain itu agar mendapatkan pahala sebanyak mungkin. (MZM)
